Tentang Bincang Perempuan

Berawal dari Program Citradaya Nita 2019-2020 yang digelar oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), lahirlah situs bincangperempuan.com sebagai proyek akhir. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi Bincang Perempuan, media jurnalisme dengan perspektif gender pertama di Bengkulu dan bahkan di Sumatra. Bincang Perempuan hadir dengan semangat membongkar bias dalam pemberitaan arus utama sekaligus memperluas ruang bagi suara perempuan dan anak muda. Melalui liputan, analisis, dan cerita dari berbagai perspektif, media ini menawarkan gagasan segar tentang kesetaraan, keadilan sosial, serta peran perempuan dalam perubahan sosial. Kelahirannya juga menjadi jawaban atas tantangan revolusi digital dan realitas abad ke-21, ketika arus informasi tak lagi dimonopoli oleh media besar, dan berita seperti halnya pendidikan adalah barang publik yang harus dapat diakses, dipertanggungjawabkan, dan memberi daya kritis bagi warga.(**)

Bincang Perempuan saat ini berbasis di Bengkulu. Mari berbagi di sini. Cerdas, Kuat, dan Menginspirasi


Meet Our Team

Betty Herlina

(Founder/Pemimpin Redaksi)

Merintis karier di media lokal sejak Agustus 2008. Setelah 12 tahun 9 bulan menjadi buruh di perusahaan media, memilih menjadi jurnalis lepas. Beberapa tulisannya terpublikasi di DW.com, Jaring.id, Independen.id, DataTalk Asia, Ekuatorial dan The China Global South Project. Membangun bincangperempuan.com sebagai bentuk kegelisahan atas minimnya representasi perempuan di media khususnya perempuan lokal, menjadi ruang belajar bagi jurnalis perempuan serta perempuan muda untuk bertumbuh. Tahun 2019, Betty resmi mengkantongi kompetensi Wartawan Utama dari Dewan Pers.(**)

Retno Wahyuningtyas

(managing editor)

Seorang akademisi di bidang sosiologi dengan fokus pada isu-isu gender, budaya populer, dan ruang digital. Aktif sebagai ilustrator dan penulis kreatif yang menggabungkan pendekatan visual dan naratif untuk menyuarakan pengalaman perempuan, identitas, dan kehidupan sehari-hari. Mengutamakan kerja lintas disiplin dan perspektif kritis, Retno pun aktif sebagai fact checker (**)

Nazlia Tifany

(Communication manager)

Akrab disapa Fany, lulusan Hubungan Kemasyarakatan Universitas Andalas, Sumatera Barat. Pernah menjadi Duta Bahasa untuk Sumatera Barat dan magang di Sekretariat Jenderal Kemenkeu RI dan Pertamina.(**)

_Redaksi Bincang Perempuan

Demon Fajri

(JURNALIS)

Sudah menjadi jurnalis di Bengkulu sejak 2008 hingga saat ini, dengan sejumlah tulisan yang dipublikasikan di media daring seperti okezone.com. Ketertarikannya mencakup isu-isu perubahan iklim, cuaca ekstrem, kebencanaan, gender, dan berbagai persoalan sosial lainnya. Selama berkarier sebagai jurnalis, Demon telah memperoleh berbagai pengalaman, termasuk dalam peliputan investigasi dan laporan mendalam mengenai dampak perubahan iklim di Provinsi Bengkulu.(**)

Riyola Rahmaniar

(Social Media Officer)

Panggil aja Ola, punya hobi dengerin musik dan solo traveling. Sekarang masih kuliah semester tua hiks, Ilkom pride jaya jaya jaya. Punya beberapa pengalaman di bidang marketing communication, editor, social media specialist dan library assistant!(**)

Anisa Permata

(CoNTENT WRITER)

Biasa dipanggil Ainun, donโ€™t ask her why, cuz she said “itโ€™s such a long story hehe”. Suka main sosial media dan kerja di sosial media, sampai bingung mana yang kerja mana yang scroll biasa. Currently stay in Padang dan lagi menyelam di creative industry sampai menunggu bisa hidup financially stable.(**)

Annisa Fitri

(Graphic Designer)

Panggil saja Ann tapi bukan Geez & Ann. Suka nonton series, masak, corat-coret, hiking, dan travelling kemana aja. Baru selesai kuliah S1 Public Relations di UPN Veteran Yogyakarta dengan beberapa pengalaman sebagai Social Media Specialist, Marketing Communication, Event Management, dan HRD.(**)

Langit Amaravati

(Web Developer)

Web developer asli Bandung. Menyenangi segala sesuatu berbau teknologi dan tren terkini. Melabeli dirinya sendiri sebagai sobat ambyar dan Vianisty garis selow karena kegemarannya mendengarkan lagu campursari dan musik sejenis. (**)

Aldila Vidia

Aldila Vidia Utami

(Business and Community Engagement)

Akrab di Lala, alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu. Aktif mengajar di salah satu kampus di Bengkulu, senang beroganisasi dan terlibat dalam komunitas pemberdayaan perempuan di tingkat regional dan nasional, serta pernah menjadi Duta Zetizen dan Bujang Gadis Provinsi Bengkulu. (**)

Aish

Ais Fahira

(CONTENT WRITER)

Penulis dan pegiat sosial yang berfokus pada isu keberagaman dan inklusivitas di Sumatera Barat. Sejak 2021, ia aktif menulis sebagai kontributor di berbagai media online dan terus berkarya di dunia jurnalistik.
Selain itu, ia terlibat dalam kerja sosial di Pelita Padang sebagai Koordinator Kampanye Digital, untuk menyuarakan keberagaman agama dan kepercayaan.(**)

KONTRIBUTOR

MEDIA ADVISOR

  • Direktur Yayasan PUPA Bengkulu, Susi Handayani
  • Akademisi Wahyu Widiastuti