Tentang Bincang Perempuan

bincangperempuan.com, adalah media non profit yang menawarkan ide-ide segar dengan isu utama perempuan dan anak muda dalam berbagai perspektif. Lingkungan, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan dan politik. Termasuk persoalan perempuan yang berkaitan dengan kebebasan beragama dan toleransi untuk mempertahankan masyarakat Indonesia yang majemuk. Menjadi ruang menulis kritis dan referensi, tidak hanya bagi perempuan namun juga bagi masyarakat umum. bincangperempuan.com hadir untuk menjawab tantangan  revolusi digital dan realitas abad kedua puluh satu, dimana berita, seperti pendidikan, adalah barang publik (**)

bincangperempuan.com saat ini berbasis di Bengkulu. Mari berbagi di sini. Cerdas, Kuat dan Menginspirasi

Meet Our Team

Betty Herlina

Merintis karir di media lokal sejak Agustus 2008. Setelah 12 tahun 9 bulan menjadi buruh di perusahaan media, akhirnya memutuskan untuk menjadi jurnalis lepas dan menulis untuk DW Indonesia. Membangun bincangperempuan.com sebagai ruang belajar bagi jurnalis perempuan dan melibatkan jurnalis warga perempuan untuk menulis. Termasuk mengapresiasi perjuangan perempuan lokal dalam menyampaikan dan mencari suara mereka.

Memiliki kompetensi Wartawan Utama dari Dewan Pers (2019), Betty juga mengikuti sejumlah pelatihan diantaranya, Training Course Enhancing The Protection of Women Journalists and Women’s Human Rights in The Context of Shrinking Democratic Space in Asia- UN Women Regional Office for Asia and The Pacific & OHCHR Regional Office for South-East Asia (2020-2021) dan The Executive Leadership Program (ELP) dari Asian American Journalist Association’s (AAJA) Asia Chapter supported by the Google News Initiative (2021). Ingin berkomunikasi silakan berkirim email di herlina232@gmail.com (**)

Harry Siswoyo

Usai menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, Harry bekerja sebagai jurnalis di Surat Kabar Harian lokal Rakyat Bengkulu Media Group, selama lebih dari lima tahun. Lalu hijrah ke Jakarta untuk bekerja sebagai editor di portal berita VIVA.co.id milik TvOne. Namun, setelah hampir lima tahun ia memilih berhenti dan kini menjadi jurnalis lepas dan pulang kampung ke Bengkulu. 

Memiliki kompetensi utama dari Dewan Pers, saat ini Harry didapuk menjadi Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu, dan kerap memberi pelatihan menulis atau fotografi secara kolaboratif di desa-desa bersama sejumlah organisasi sipil non pemerintah seperti AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), Lingkar Inisiatif dan lainnya. Pecinta kopi tubruk ini masih produktif menulis di beberapa media lokal dan nasional termasuk media asing untuk isu-isu tertentu. (**)

Jiafni Rismawati

Kelahiran Metro ini biasanya disapa Riris. Ia merupakan alumni S1 Syariah IAIN Metro, Lampung. Saat ini bekerja di sebuah koran lokal di Kota Bengkulu.

Penyuka drama Korea sekaligus cat’s lovers yang tengah belajar menulis, khususnya isu-isu terkait perempuan dan kelompok minoritas. (**)

Ingin Menulis Untuk Bincang Perempuan ?

Kami menerima tulisan dalam bentuk apapun baik  ilustrasi, audio dan audio visual dari siapa saja dengan isu-isu yang berkaitan dengan perempuan. Bentuk tulisan mengacu pada media media popular. Tulisan dapat dikirim dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Apabila tulisan yang dikirimkan sudah tayang di media lain lebih dahulu, harap  penulis memberikan keterangan karena kami sangat menghargai kejujuran. (**)