Bincang Perempuan
News
Kasus FHUI: Mengapa Alasan “Cuma Bercanda” Adalah Benih Nyata Kekerasan Seksual?
“Cuma bercanda.” Dua kata yang sering jadi tameng paling nyaman untuk menutupi sesuatu yang sebenarnya berbahaya. Dari grup chat mahasiswa FHUI hingga lagu kampus yang merendahkan tubuh perempuan, semua berangkat dari pola yang sama: objektifikasi yang dinormalisasi.
Romanticizing Mundane Life: Menikmati Hidup yang Biasa Saja
Hidup tidak selalu tentang pencapaian besar. Di tengah rutinitas yang terasa monoton, ada cara lain untuk tetap waras: meromantisasi hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Tapi hati-hati, tren ini juga bisa berubah jadi jebakan konsumtif dan toxic positivity jika tidak dimaknai dengan tepat.
Friendship Breakup: Katanya Lebih Sakit dari Putus Cinta, Kok Bisa?
Kehilangan sahabat ternyata bisa lebih menyakitkan dari putus cinta, tapi jarang diakui. Tanpa “ritual perpisahan” yang jelas, luka ini sering berubah jadi duka yang membingungkan dan sunyi. Kenapa friendship breakup terasa lebih nyesek, dan bagaimana cara pulih tanpa menyalahkan diri sendiri?
Perempuan Penjaga Gurita: Dari Nelayan Pesisir hingga Pengendali Rantai Pasok
Di pesisir Kabupaten Kaur, Bengkulu, perempuan memegang peran penting dalam rantai ekonomi gurita—mulai dari berburu di perairan dangkal, mengumpulkan hasil tangkapan nelayan, hingga menjual dan mengolahnya menjadi produk bernilai jual. Di tengah perubahan cuaca, berkurangnya hasil tangkapan, dan meningkatnya permintaan…
Tokoh
Di Balik Kemasan Randang Rangkito: Kisah Riri Menjaga Warisan Budaya Kampung Surau
Dari dapur rumah di Dharmasraya, Riri Mualimin menyalakan kembali cita rasa dan kebanggaan kampung halamannya lewat Randang Rangkito—rendang paku ikan khas Kampung Surau. Bukan sekadar bisnis kuliner, tapi perjalanan seorang perempuan menjaga warisan budaya, memberdayakan ibu-ibu kampung, dan menunjukkan bahwa…


































