Sampah, Protes, dan Birokrasi yang Terlalu Mudah Tersinggung
Ketika jalan ke TPA dibiarkan rusak bertahun-tahun, para sopir truk sampah memilih berbicara dengan cara yang tak sopan: menurunkan sampah di halaman kantor wali kota. Respons negara? Cepat menuding pelanggaran, lambat mengakui kelalaian. Tulisan ini membaca peristiwa Bengkulu lewat kacamata etika politik, ruang publik, dan kegagalan birokrasi mendengar—dari Judith Butler hingga Al-Mawardi. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya soal cara protes, tetapi tentang siapa yang dianggap pantas didengar.
