Bengkulu Darurat Sampah: Jerit Warga, Aksi Sopir, dan Bara Kreativitas Masyarakat
Bengkulu sedang menghadapi darurat sampah. Krisis ini memuncak ketika puluhan sopir truk menumpahkan muatan sampah di halaman Kantor Wali Kota sebagai bentuk protes atas buruknya pengelolaan TPA Air Sebakul. Namun, persoalan sesungguhnya jauh lebih dalam daripada tumpukan sampah yang terlihat di permukaan. Di sekitar TPA, warga hidup berdampingan dengan bau menyengat, ancaman pencemaran air, dan berbagai risiko kesehatan yang terus menghantui. Di tengah kondisi itu, muncul pula kisah-kisah perlawanan: perempuan yang menggerakkan bank sampah, inovator yang mengubah plastik menjadi bahan bakar, dan warga yang bertahan di antara kebutuhan ekonomi dan ancaman lingkungan. Liputan ini menelusuri wajah lain krisis sampah Bengkulu—tentang kegagalan tata kelola, ketimpangan beban yang ditanggung warga, dan harapan yang tumbuh dari akar rumput.








