Home » News » Gaya Energi Feminin: Keseimbangan Antara Energi Gelap dan Terang

Gaya Energi Feminin: Keseimbangan Antara Energi Gelap dan Terang

Bincang Perempuan

News

Bincangperempuan.com-  Sepanjang perjalanan evolusi manusia, konsep energi feminin telah menjadi fokus perhatian yang semakin besar. Energi feminin tidak hanya terbatas pada keberadaan fisik perempuan, tetapi juga merujuk pada kualitas- kualitas psikologis dan spiritual yang umumnya dianggap bersifat feminin. 

Sering kali kita mendengar tentang dua aspek utama dari energi feminin: Dark Feminine dan Light Feminine Energy. Keduanya membentuk gambaran yang kompleks dan saling melengkapi, menggambarkan keseimbangan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dark Feminine dan Light Feminine Energy, sebuah konsep yang terkait dengan energi feminin. Dark Feminine Energy mewakili sisi “bayangan” dari energi feminin. Energi ini mewakili sisi femininitas yang berapi-api dan transformasional yang memicu siklus kematian dan kelahiran. Sementara itu, Light Feminine Energy berkaitan dengan sisi pengasuhan dari femininitas yang terkait dengan kelahiran dan keibuan. 

Baca juga: Jangan Ada Lagi Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja

Energi gelap feminin: kedalaman dan transformasi

Dark Feminine Energy sering diartikan sebagai aspek yang terkait dengan kekuatan kreatif dan transformasional yang ada di dalam kegelapan. Ini tidak dimaksudkan untuk diartikan secara negatif, tetapi sebagai kekuatan yang memiliki kemampuan untuk menembus kedalaman batin dan menghadapi ketidakpastian hidup. Energi ini mencerminkan kemampuan untuk menanggapi tantangan dengan kepala dingin, dan melihat ke dalam diri sendiri untuk menemukan kebijaksanaan yang terkubur.

Sebagai contoh, tokoh-tokoh mitologi dewi-dewi seperti Kali dalam tradisi Hindu atau Lilith, dan Hecate, yang mewakili sisi feminin yang kuat dan penuh gairah dan diidentifikasi dengan Dark Feminine Energy. Kali, dengan cengkeramannya yang kuat terhadap kehidupan dan kematian, melambangkan siklus alam yang tak terelakkan. Sementara Lilith, dengan keberaniannya mengejar kebebasan dan ketidakpatuhan, menciptakan narasi tentang kekuatan wanita yang tidak tunduk.

Energi gelap ini juga mencakup pemahaman terhadap sisi gelap manusia, melibatkan penerimaan terhadap ketidaksempurnaan dan kelemahan. Seiring perjalanan hidup, setiap individu dihadapkan pada momen-momen sulit yang membutuhkan keberanian untuk menghadapi kegelapan dalam diri sendiri dan di sekitarnya.

Baca juga: Siti Syawaliyah, Wasit Perempuan Pertama di Aceh

Energi terang feminin: keterbukaan dan kebahagiaan

Di sisi lain, Light Feminine Energy membawa konotasi kebahagiaan, keterbukaan, dan kelembutan. Ini adalah energi yang lebih terang, sering kali dihubungkan dengan kebijaksanaan intuitif, kelembutan, dan pemahaman terhadap perasaan orang lain. Light Feminine Energy menciptakan ruang untuk koneksi emosional, kelembutan dalam komunikasi, dan kemampuan untuk melihat sisi positif dalam setiap situasi.

Tokoh-tokoh mitologi seperti Dewi Aphrodite dalam mitologi Yunani atau Dewi Saraswati dalam mitologi Hindu adalah representasi dari Light Feminine Energy. Aphrodite, dengan kecantikannya yang memikat, melambangkan daya tarik positif dan cinta yang mendalam. Sementara Saraswati, dewi pengetahuan dan seni, menciptakan citra tentang kebijaksanaan yang lembut dan pengetahuan yang mendalam. Sering pula dikaitkan dengan dewi-dewi seperti Gaia, Isis, dan Mary, yang mewakili sisi feminin yang lembut dan penyayang

Light Feminine Energy juga mendorong pembangunan komunitas yang harmonis dan dukungan terhadap pertumbuhan bersama. Kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, memberikan dukungan tanpa syarat, dan merayakan keberhasilan bersama adalah karakteristik utama dari energi terang ini.

Mencari keseimbangan: keindahan harmoni antara keduanya

Dark Feminine dan Light Feminine Energy bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan dua sisi dari satu kesatuan yang utuh. Kedua energi ini saling melengkapi dan diperlukan untuk mencapai keseimbangan dalam kehidupan. 

Pentingnya keseimbangan antara Dark Feminine dan Light Feminine Energy tidak bisa diabaikan. Keduanya membawa nilai-nilai yang unik dan penting untuk pertumbuhan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Terlalu banyak Dark Feminine Energy dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam bentuk sikap skeptis atau bahkan pesimisme yang berlebihan. Sebaliknya, terlalu banyak Light Feminine Energy dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk menghadapi tantangan dengan tegas dan realitas yang keras.

Pada kehidupan sehari-hari, dapat dilihat penerapan keseimbangan ini dalam berbagai konteks, seperti kepemimpinan yang bijaksana, hubungan yang sehat, dan pengambilan keputusan yang tepat. Perempuan dan laki-laki, sebagai individu yang membawa energi feminin dalam diri mereka, dapat belajar untuk mengintegrasikan kedua aspek ini untuk mencapai kehidupan yang seimbang dan bermakna.

Saat mengejar keseimbangan ini, penting untuk mengakui dan merayakan keberagaman energi feminin. Setiap individu membawa kontribusi yang berbeda, dan dengan memahami kekuatan Dark Feminine dan Light Feminine Energy,  dapat membentuk masyarakat yang lebih berdaya, bijaksana, dan berempati. Dengan menjadikan keseimbangan ini sebagai tujuan, kita dapat mengembangkan potensi penuh manusia dalam menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua.(**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Artikel Lainnya

FPPI Siap Bersinergi Entaskan Kemiskinan di Bengkulu

Lebih dari Sekedar Finansial, Alasan Gen Z Menunda Pernikahan

Pulihkan Ekosistem, Perempuan Alam Lestari Hijaukan TWA Bukit Kaba

Leave a Comment