News

Beban Ganda Pengasuhan dan Bias Gender Statistik: Mengapa Anak Tertelantar Berawal dari Hak Ibu yang Terabaikan?

Ais Fahira

News, Data

Lebih dari 1,3 juta balita di Indonesia tercatat berstatus telantar. Namun, benarkah akar persoalannya semata-mata karena kegagalan orang tua? Di balik angka tersebut, tersimpan bias gender dalam cara negara mendefinisikan penelantaran anak—mulai dari menjadikan status ibu bekerja sebagai indikator risiko hingga mengabaikan peran ayah dalam pengasuhan.

Selengkapnya

Di Balik Emas Nanggung, Ada Harga yang Dibayar Perempuan

Di balik gemerlap emas dari Nanggung, ada sungai yang terus mengalir membawa ancaman tak kasatmata. Investigasi ini menelusuri dugaan pencemaran merkuri dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), mengungkap bagaimana perempuan menjadi kelompok yang paling rentan menanggung dampaknya karena peran domestik yang membuat mereka terus bersentuhan dengan air Sungai Cikaniki. Liputan ini memperlihatkan bagaimana persoalan lingkungan, kesehatan, dan ketimpangan gender saling bertaut dalam kehidupan sehari-hari warga.

Selengkapnya

Fenomena Solomaxing: Saat Status Lajang Dioptimalkan

Ais Fahira

News

Menjadi lajang kini bukan lagi sekadar status, melainkan gaya hidup yang dirayakan lewat tren solomaxing. Dari solo date hingga investasi pada diri sendiri, banyak anak muda memilih mengoptimalkan masa lajang di tengah mahalnya biaya hidup, kelelahan berkencan, dan pencarian ketenangan emosional. Namun, benarkah solomaxing adalah simbol kemandirian yang sehat, atau justru mekanisme pertahanan diri yang dibungkus estetika media sosial?

Selengkapnya

Implementasi CEDAW di Indonesia Masih Terjebak Formalitas Hukum, Norma Patriarki dan Ketimpangan Substantif Masih Menguat

Bincang Perempuan

News

Empat dekade setelah meratifikasi CEDAW, Indonesia dinilai masih lebih banyak menunjukkan kemajuan di atas kertas daripada perubahan nyata bagi kehidupan perempuan. Webinar nasional LP2 mengungkap bahwa regulasi yang terus bertambah belum mampu membongkar norma patriarki, diskriminasi struktural, hingga ketimpangan akses terhadap keadilan. Mulai dari lemahnya implementasi kebijakan, tingginya angka kematian ibu, hingga masih maraknya regulasi diskriminatif, implementasi CEDAW dinilai masih terjebak pada formalitas hukum dan belum menyentuh keadilan substantif.

Selengkapnya

Di Balik Twibbon MPLS: Ancaman Cyberbullying dan Dosa Sistemik Sekolah

Ais Fahira

News

MPLS kini tak lagi sekadar masa perkenalan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi pintu masuk anak-anak ke ruang publik digital. Di balik tren twibbon dan video perkenalan yang terlihat kreatif, tersembunyi risiko jejak digital permanen, cyberbullying, hingga penyalahgunaan data pribadi. Ketika sekolah mewajibkan siswa mengunggah identitasnya ke media sosial, siapa yang bertanggung jawab jika perundungan terjadi?

Selengkapnya

Di Atas Kertas Membolehkan, di Lapangan Dipersulit: Realitas Pahit Akses Aborsi Aman bagi Korban Kekerasan 

Ais Fahira

News

Meski hukum Indonesia membolehkan aborsi aman bagi korban kekerasan seksual, kenyataannya akses layanan masih dipenuhi birokrasi berbelit, stigma, dan pertimbangan moral. Kisah Jana, anak penyandang disabilitas yang dipaksa melanjutkan kehamilan akibat pemerkosaan, memperlihatkan jurang lebar antara perlindungan di atas kertas dan praktik di lapangan.

Selengkapnya

Sistem Kerap Meleset, Wali Murid Menanggung Beban: Potret Buram Hambatan PPDB di Bengkulu

Ais Fahira

News

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB/SPMB) di Bengkulu kembali menyisakan keluhan dari masyarakat. Mulai dari penempatan jalur domisili yang dinilai tidak masuk akal, aplikasi pendaftaran yang menyulitkan, hingga aturan administrasi yang kaku, beban justru ditanggung oleh para wali murid. Ketika sistem gagal bekerja sebagaimana mestinya, akses pendidikan yang adil masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Selengkapnya

Akses Terbuka, Stigma Masih Ada: Kenapa Layanan Kespro Belum Aman untuk Perempuan Muda?

Ais Fahira

News

Akses layanan kesehatan reproduksi di Indonesia memang semakin luas, tetapi belum tentu aman bagi perempuan muda. Stigma terhadap perempuan yang belum menikah, penghakiman moral dari tenaga kesehatan, hingga minimnya penghormatan terhadap otonomi pasien masih menjadi hambatan nyata. Simposium Critical Girlhood Studies in Indonesia 2026 mengungkap bagaimana diskriminasi di ruang layanan kesehatan justru mengancam hak, kesehatan, bahkan keselamatan perempuan muda.

Selengkapnya

Apa Itu Girls’ Girl? Sisterhood Sejati di Era Digital

Ais Fahira

News

Pernah mendengar istilah girls’ girl yang ramai di media sosial? Menjadi girls’ girl bukan sekadar mengikuti tren internet, tetapi tentang membangun solidaritas, saling mendukung, dan menciptakan ruang aman bagi sesama perempuan. Mulai dari hal sederhana seperti berbagi pembalut di toilet umum, merayakan keberhasilan teman tanpa iri, hingga menolak budaya adu domba yang sering dipelihara algoritma media sosial.

Selengkapnya