Bincangperempuan.com- Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang sering kali menyisakan lelah emosional, hadir sebuah ruang baru yang tidak dibangun dari beton, melainkan dari keheningan, getaran, dan niat baik. Ruang ini dibawa oleh Tiara, seorang perempuan Bengkulu yang memilih jalur penyembuhan alternatif sebagai bentuk perlawanan lembut terhadap luka-luka yang sering kali tak terlihat.
Tiara Silalahi bukan nama baru dalam dunia pendampingan perempuan dan anak rentan. Alumni FKIP Bahasa Inggris, Universitas Bengkulu ini, telah menghabiskan lebih dari satu dekade bekerja di sektor kesehatan dan sosial, mulai dari program HIV dan TBC di Jabodetabek, hingga konseling psikososial untuk anak dengan HIV di Jakarta Raya. Ia juga pernah menerima pelatihan konseling Level 1 dan 2 dari Ad Familia Indonesia, serta menjadi Trainer Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial dalam program Interfaith Cooperation Forum di Davao, Filipina.
Namun, di balik semua pencapaian itu, Tiara menyimpan satu pertanyaan yang terus bergema: bagaimana cara merawat luka yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata? Jawabannya datang dalam bentuk mangkuk logam dari Himalaya singing bowl yang menghasilkan getaran dan suara yang dipercaya mampu menenangkan sistem saraf, membuka ruang refleksi, dan memulihkan energi tubuh.
Kini, melalui studio kecil bernama jadi.tenang singing bowl, Tiara membuka sesi terapi suara satu lawan satu bagi perempuan Bengkulu yang sedang berada dalam situasi rentan. Program ini bukan sekadar layanan, melainkan bentuk komitmen personal untuk menghadirkan pelukan dalam bentuk suara, doa dalam bentuk getaran, dan kehadiran dalam bentuk ruang aman.
“Saya ingin perempuan di Bengkulu tahu bahwa mereka tidak harus kuat sendirian. Ada cara lain untuk pulih, yang tidak menghakimi, tidak memaksa, dan tidak mengharuskan mereka menjelaskan semuanya,” ujar Tiara dalam sesi perkenalan programnya.
Sebagai bagian dari kolaborasi dengan komunitas Bincang Perempuan, Tiara membuka akses terapi gratis untuk 7 perempuan pertama yang sedang mengalami tekanan emosional, mulai dari single mom, penyintas KDRT dan kekerasan seksual, hingga perempuan yang baru saja kehilangan pekerjaan atau berada dalam posisi sandwich generation. Selain itu, tersedia juga diskon 50% untuk 7 perempuan umum pertama yang ingin mencoba terapi ini sebagai bentuk self-care.
Sesi akan berlangsung pada tanggal 22–26 September 2025, dan pendaftaran dibuka mulai 7–18 September melalui kanal Bincang Perempuan. Setiap sesi dirancang secara personal, dengan durasi 60–90 menit, dan dilakukan di studio yang tenang, hangat, dan bebas dari gangguan eksternal.
Baca juga: Hilda Sriwanti, Bantu Perempuan dan Anak Pulihkan Trauma
Lebih dari sekadar terapi, Tiara menghadirkan pendekatan yang holistik menggabungkan pengalaman profesional, intuisi penyembuhan, dan kepekaan terhadap konteks lokal. Ia percaya bahwa penyembuhan bukan hanya soal teknik, tetapi soal kehadiran yang tulus dan ruang yang aman.
“Kadang yang kita butuhkan bukan solusi, tapi seseorang yang bisa duduk bersama kita dalam keheningan,” tambahnya.
Lewat latar belakangnya yang kaya, pendekatan yang empatik, dan semangat penyembuhan yang tulus, Tiara bukan hanya menghadirkan terapi—ia menghadirkan harapan, terutama bagi perempuan Bengkulu yang selama ini merasa tidak terlihat.

Apa itu Singing Bowl
Singing Bowl, atau mangkuk bernyanyi, adalah sebuah instrumen berbentuk mangkuk logam yang menghasilkan suara dan getaran ketika dipukul atau digesek dengan tongkat khusus. Instrumen ini berasal dari wilayah Himalaya terutama Tibet dan Nepal dan telah digunakan selama berabad-abad dalam praktik spiritual, meditasi, serta penyembuhan holistik.
Suara yang dihasilkan oleh Singing Bowl tidak hanya merdu, tetapi juga dipercaya mampu memengaruhi gelombang otak dan sistem energi tubuh, sehingga menciptakan kondisi relaksasi mendalam.
Dalam praktiknya, Singing Bowl sering digunakan untuk membantu meredakan stres, meningkatkan kualitas tidur, menyeimbangkan energi tubuh, dan mendukung pemulihan emosional atau trauma. Getaran yang dihasilkan oleh mangkuk ini dapat merangsang sistem saraf parasimpatis, menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, dan membawa tubuh ke dalam kondisi tenang yang mendukung proses penyembuhan alami.
Baca juga: Dibungkam dengan Teror: Ancaman Berlapis Jurnalis Perempuan
Meskipun bersifat non-invasif, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi individu misalnya, tidak disarankan bagi orang dengan implan logam atau ibu hamil tanpa pengawasan profesional.
Lebih dari sekadar alat musik, Singing Bowl adalah ruang suara yang menyentuh tubuh dan jiwa, menghadirkan pelukan akustik bagi mereka yang mencari ketenangan, pemulihan, dan keselarasan batin. Singing Bowl bisa menjadi medium yang mendengarkan, bukan hanya menyuarakan menghadirkan pengalaman yang intuitif, reflektif, dan penuh makna.(**)
