Benarkah Kita Harus Mencuci Pembalut Sekali Pakai?

Benarkah Kita Harus Mencuci Pembalut Sekali Pakai

Bincangperempuan.com- B’Pers mungkin familiar dengan nasihat seperti “kalau buang pembalut jangan lupa dicuci, nanti bisa sakit,” atau versi horornya, “kalau nggak dicuci, nanti darahnya dijilat setan!” Mitos-mitos seputar pembalut ini sudah turun-temurun didengar banyak perempuan sejak masa pubertas. Kadang disampaikan oleh ibu, kakak, guru, atau bahkan teman sebaya. Mencuci pembalut seolah jadi semacam “kewajiban moral” yang kalau tidak dilakukan bisa mendatangkan petaka.

Selain mitos yang beredar, debat soal cara membuang pembalut juga sering muncul. Ada yang termasuk tim cuci dulu supaya tidak bau, ada juga yang tim langsung buang, yang penting dibalut rapi. Tapi sebenarnya, dari sudut pandang medis dan lingkungan, manakah yang benar?

Cuci Pembalut Sekali Pakai, Wajibkah?

Menurut dr. Beeleonie, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), mencuci pembalut bekas darah menstruasi tidak memberikan manfaat apapun, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. “Mencuci pembalut sebenarnya tak berguna, karena itu tidak berdampak apapun, baik untuk lingkungan maupun untuk si pribadi itu sendiri,” jelasnya dalam wawancara dengan Kompas.

Justru, kata dia, tindakan ini bisa berisiko. Ketika mencuci pembalut bekas, tangan terpapar darah menstruasi yang sudah terkontaminasi dan bisa membawa kuman. Padahal, tangan adalah bagian tubuh yang paling sering digunakan untuk menyentuh makanan, wajah, dan berbagai permukaan. “Jadi kita langsung lipat (dan buang) akan jauh lebih higienis,” tambahnya.

Lagipula, anggapan bahwa darah menstruasi adalah darah “kotor” dan harus dicuci sebelum dibuang juga sudah usang. Darah menstruasi bukanlah sesuatu yang najis atau berbahaya secara medis. Darah menstruasi hanyalah peluruhan dinding rahim yang tidak terpakai karena tidak terjadi pembuahan. Menganggap darah haid sebagai sumber penyakit atau bahkan mengaitkannya dengan “makhluk halus” hanya memperkuat stigma terhadap tubuh perempuan dan pengalaman biologis yang sangat normal.

Baca juga: Bukan Hanya Air Hangat, Ini yang Perlu Dilakukan Saat Pasangan Menstruasi

Lalu, Bagaimana Membuang Pembalut Sekali Pakai yang Benar?

Kalau pembalut sekali pakai tidak harus dicuci, lantas bagaimana cara membuangnya yang benar dan bertanggung jawab? Berikut ini langkah-langkah yang disarankan:

  1. Gulung pembalut rapat-rapat, mulai dari bagian depan ke belakang. Ini untuk mencegah darah terlihat secara langsung dan meminimalisir bau.
  2. Bungkus dengan kertas, tisu, atau pembungkus plastik pembalut. Banyak produk pembalut kini dilengkapi lembaran pembungkus cadangan yang memang didesain untuk ini.
  3. Buang ke tempat sampah, bukan ke toilet. Saluran air tidak didesain untuk menyerap atau menghancurkan material sepadat pembalut. Banyak kasus saluran tersumbat terjadi karena pembalut dibuang ke kloset.
  4. Buang ke tempat sampah tertutup, terutama jika kamu tinggal di lingkungan yang memiliki binatang liar atau hewan peliharaan seperti anjing atau kucing. Ini mencegah pembalut diacak-acak.

Kalau kamu tinggal di kota besar atau institusi seperti sekolah dan kantor, ada alat khusus seperti incinerator  yaitu tungku pembakar sampah. Alat ini dirancang untuk membakar limbah sanitasi secara higienis dan cepat, tapi sayangnya belum banyak tersedia di Indonesia, terutama di wilayah perdesaan.

Meski begitu, kita tetap bisa melakukan yang terbaik, buang dengan rapi, bungkus dengan baik, dan pastikan tidak mencemari lingkungan.

Alternatif Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan

Meski pembalut sekali pakai memang praktis dan banyak dipilih karena alasan kenyamanan, ada masalah besar yang tidak bisa diabaikan yaitu limbahnya sulit terurai. Mayoritas pembalut komersial mengandung plastik dan bahan sintetis lain yang butuh ratusan tahun untuk terurai secara alami.

Karena itu, beberapa orang beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti:

  • Menstrual cup (cangkir menstruasi): Terbuat dari silikon medis, bisa dipakai ulang hingga 10 tahun jika dirawat dengan baik. Menampung darah secara internal dan cocok untuk yang nggak masalah dengan metode penggunaan invasif.
  • Pembalut kain: Digunakan ulang setelah dicuci. Cocok untuk yang mau menjaga gaya hidup minim sampah tapi tetap butuh produk non-invasif.
  • Celana menstruasi (period underwear): Celana dalam dengan lapisan penyerap khusus. Nyaman dipakai untuk hari-hari dengan aliran ringan sampai sedang.
  • Tampon reusable (walau masih jarang di Indonesia): Alternatif lain yang mirip menstrual cup dalam prinsip internal-use.

Tentu saja, setiap perempuan punya kebutuhan dan kenyamanan sendiri. Yang penting, ada pilihan. Dan makin banyak orang sadar bahwa menjaga lingkungan juga bisa dimulai dari hal sekecil memilih produk menstruasi.

Baca juga: Minum Es Saat Menstruasi Bikin Darah Beku, Mitos atau Fakta?

Pembalut Bukan Medium Gaib

Pada akhirnya, mencuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang bukanlah kewajiban medis. Lebih penting untuk membuangnya dengan benar, menjaga kebersihan, dan kalau bisa mempertimbangkan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Banyak dari mitos yang berkembang seputar pembalut dan darah menstruasi lahir dari ketidaktahuan atau bahkan niat mengendalikan tubuh perempuan lewat rasa takut. Menstruasi dianggap menjijikkan, memalukan, bahkan berbahaya. Padahal, menstruasi adalah proses biologis yang menandakan tubuh sehat dan fungsional. Menstruasi bukan kutukan, dan pembalut bukan medium gaib. Daripada sibuk cuci pembalut karena takut dijilat kuntilanak, akan jauh lebih bermanfaat jika kita belajar cara membuangnya secara tepat, memilih produk yang sesuai kebutuhan tubuh, dan mempertimbangkan dampak ekologis dari pilihan kita.

Referensi:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Teras

Artikel Lainnya

Pekerja Migran Perempuan Tulang Punggung Devisa, Tanpa Perlindungan (1)

Pekerja Migran Perempuan: Tulang Punggung Devisa, Tanpa Perlindungan

Cerdas Memilih dan Menggunakan Kosmetika Aman

Alarm Kesehatan, Diabetes Mengintai!

Alarm Kesehatan, Diabetes Mengintai!

Leave a Comment