Home » Opini » Bersikap Malas, Untuk Hal yang Tidak Penting

Bersikap Malas, Untuk Hal yang Tidak Penting

Bincang Perempuan

Opini

Bincangperempuan.com- Bolehkah kita bersikap malas? Kenapa tidak, tentu saja boleh! Kita harus genius untuk hal-hal yang penting, dan menjadi malas untuk hal yang tidak penting. Cerdas dalam menentukan mana yang menjadi prioritas seiring dengan perubahan hidup kita setiap hari.

Sering kali terjebak dengan banyak hal membuat kita harus memperhatikan semuanya. Akibatnya tidak ada hal baik yang mampu dikerjakan. Merasa kelelahan karena sudah berusaha lebih keras. Sebaliknya ketika fokus dengan satu hal saja, kita akan mengerjakannya dengan lebih baik, sempurna.

Jika selama ini kita berpikir malas itu hal yang tidak baik, maka tepislah. Malas akan menjadi piranti bagi untuk membuat kita berpikir genius pada hal yang benar-benar penting. Untuk mengetahui caranya, kita harus membaca buku karya Kendra Adachi “The Lazy Genius Way” yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Renebook.

Tidak perlu menjadi orang yang sempurna, juga tidak harus menyerah. Cukup menjadi diri sendiri. Berhenti untuk hal-hal yang tidak penting. Bersikaplah malas. Namun jangan pernah berhenti mencoba pada hal-hal yang ingin dilakukan, karena itu penting!

Berani membuat keputusan

Hal menarik dari buku ini, salah satunya mengajak untuk berani membuat keputusan bagi diri sendiri. Memilih mana yang tepat untuk membuat diri sendiri bahagia. Ini menjadi prinsip awal dari 13 prinsip utama penerapan gagasan The Lazy Genius Way. Tidak perlu takut berbeda dengan keputusan-keputusan yang sudah kebiasaan di masyarakat.

Kita memang hidup diantara keputusan-keputusan, opini dan pandangan yang diciptakan struktur sosial, dan bersifat tetap, baku. Namun dengan berani memutuskan sekali saja pilihan kita, dan menjalaninya dengan konsisten, akan memberikan pengaruh pada hidup kita.

Contohnya saja, ketika kita berbelanja. Sering kali kita tergiur untuk mendatangi semua toko dengan alasan beragam diskon. Itu akan menguras waktu kita bukan? Kendra mengajarkan agar kita cukup memilih satu dari 10 atau 20 list toko pilihan kita. Tentukan satu pilihan, tentukan waktunya kapan, tak perlu pedulikan hal lain yang tidak penting. Termasuk diskon!

Begitu juga dalam hal lain yang cenderung membuat hari-hari kita terdistraksi. The Lazy Genius Way mengajarkan kita untuk berpikir jernih, dan dapat membuat keputusan yang tepat setelah membacanya.

Mulailah dari yang terkecil

Kita kerap mengabaikan proses namun menginginkan hasil yang besar. Padahal setiap proses merupakan langkah kecil menuju pencapaian yang diinginkan. The Lazy Genius Way menekankan bagaimana hal kecil memegang peranan penting. Langkah kecil menjadi hal yang mudah namun harus berkelanjutan sehingga kita terus melangkah. Melangkah meskipun belum tentu mencapai akhir menjadi tujuan sendiri. (**)

review buku, The Lazy Genius Way

Artikel Lainnya

Seandainya Aku Menjadi Pemimpin, Apa yang Akan Aku Lakukan Untuk Indonesia?

Anak Muda, Saatnya Selamatkan Bumi

Perempuan dan kehutanan komunitas di Indonesia

Perempuan dan Kehutanan Komunitas di Indonesia: Sebuah Catatan Singkat

Leave a Comment