Home » Tokoh » Linda: Gerakan Literasi Masyarakat

Linda: Gerakan Literasi Masyarakat

Yuni Camelia Putri

Tokoh

Bincangperempuan.com- Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dalam Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2022 mencatat jika indonesia memiliki skor literasi sebanyak 359 poin. Poin ini menunjukkan jika terjadi penurunan tingkat literasi Indonesia yang sebelumnya mencapai skor 371 ditahun 2018.

Sementara menurut UNESCO seperti dilansir dari laman Kominfo menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Skor literasi ini tentu menjadi catatan penting bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk menggerakkan literasi di Indonesia. Dalam hal ini, salah satu penggerak literasi di Indonesia adalah Linda Septiani Sebianto. Perempuan asli Sumatera Selatan ini berhasil mendirikan komunitas “Buku-Buku Linda” untuk menggerakkan literasi di Indonesia.

Dalam wawancaranya bersama Bincang Perempuan beberapa waktu lalu, Linda menceritakan bagaimana komunitas “Buku-Buku Linda” ini didirikan.  

“Awalnya aku nggak ada niatan untuk buat komunitas. Jadi aku cuma suka baca buku dan salah satu buku itu mengatakan bahwa rata-rata orang Eropa itu membaca 20 buku dalam satu tahun. Nah karena itu, di bulan April aku buat satu akun Instagram untuk mencatat buku apa saja dan berapa banyak yang telah aku baca,” kata Linda.

“Ternyata, postinganku itu booming. (Jadi) orang-orang yang memiliki minat terhadap literasi itu menghubungi aku dan menyarankan untuk membangun komunitas literasi. Nah, dari situ aku mendirikan komunitas “Buku-Buku Linda” ini di bulan Agustus 2023,” tambahnya.

Baca juga: Fragile Masculinity dan Dampaknya Pada Perempuan

Bermimpi Tingkatkan Literasi di Indonesia

Sebagai salah satu komunitas penggerak literasi di Indonesia, “Buku-Buku Linda” memiliki mimpi besar untuk meningkatkan literasi Indonesia di masa depan. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Linda dan timnya adalah berkolaborasi dengan Muchammad Yustian Yusa selaku dosen di Universitas Sriwijaya dan Dalu Kusma sebagai penulis dan influencer dan penulis buku. Langkah ini diambil untuk mengubah pandangan masyarakat yang menilai jika membaca buku adalah aktivitas yang membosankan.

“Aku dan tim memilih untuk berkolaborasi dengan salah satu dosen dari Universitas Sriwijaya yaitu Pak Yusa dan Mas Dalu selaku penulis buku yang memiliki banyak pengikut di Instagram untuk menarik minat masyarakat terhadap literasi,” imbuhnya.

“Hal ini untuk membuka pemikiran masyarakat yang selama ini menilai jika buku itu membosankan. Ketika ada influencer menceritakan kesukaannya terhadap buku yang dibaca, itu bisa membuat pengikutnya jadi suka baca buku gitu,” tambahnya.

Langkah ini berhasil menumbuhkan minat baca generasi muda di sekitarnya. Tak hanya itu, “Buku-Buku Linda” berhasil mencakup banyak audiens dari seluruh wilayah di Indonesia untuk bergabung dalam komunitas literasi ini.

Baca juga: Bincang Perempuan, Terpilih Mengikuti  Training Advance AMSI Didukung Internews-USAID MEDIA

Dari komunitas ke Rumah Belajar

Berbeda dengan komunitas literasi lainnya, “Buku-Buku Linda” memiliki program untuk memberdayakan masyarakat dan anggota komunitasnya. Komunitas yang berbasis di Sumatera Selatan ini melakukan program rutin untuk mengunjungi komunitas belajar yang ada di Sumatera Selatan.

“Komunitas ini tuh tidak bergerak dalam literasi aja, aku juga berusaha untuk membuat anggota komunitasku bisa memberdayakan masyarakat disekitar. Jadi diawal, kami berfokus pada anak muda atau anak-anak yang ada di rumah belajar gitu,” ungkap Linda beberapa waktu lalu.

“Kami berkunjung ke Rumah Cerdas Bumi Mas untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang kurang mampu agar mendapatkan pendidikan dan memiliki minat besar terhadap literasi. Kami juga memberitahu mereka tentang bagaimana buku dapat menggapai cita-cita yang lebih dari apa yang mereka pikirkan,” tambahnya.

Menurut Linda, langkah ini dilakukan agar anggota komunitas “Buku-Buku Linda” dapat dekat dan berkontribusi besar terhadap masyarakat disekitarnya. Selain itu, anak-anak yang telah diberikan edukasi tentang pentingnya literasi menjadi sadar bahwa mereka dapat menggapai mimpi dan melihat dunia melalui buku yang dibacanya.

Kabar baiknya, kunjungan ini berhasil menarik minat pengguna Instagram dan orang-orang disekitarnya untuk melakukan donasi dalam bentuk uang atau buku. Hal ini telah membantu komunitas “Buku-Buku Linda” untuk menjangkau dan mengedukasi anak-anak di berbagai rumah belajar yang ada di Sumatera Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Artikel Lainnya

Henny Anggraini hakim perempuan

Henny Anggraini: Menjadi Hakim itu, Bekerja dalam Sunyi

Nilawati, Kisah Inspirasi Perempuan Tangguh di Dunia Tukang Parkir

Nilawati, Kisah Inspirasi Perempuan Tangguh di Dunia Tukang Parkir

Khatijah dan Kartini

Khatijah dan Kartini, Perempuan yang Luput dari Cerita Konservasi

Leave a Comment