Pulihkan Ekosistem, Perempuan Alam Lestari Hijaukan TWA Bukit Kaba

SEBANYAK 4.500 bibit pohon Durian, Nangka, Alpukat, Petai, Jengkol, Aren dan jenis lainnya disiapkan Perempuan Alam Lestari secara swadaya.  Bibit siap tanam tersebut diperuntukan untuk menghijaukan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba. Penanaman secara simbolis, dilakukan Rabu (23/6). Ini sebagai bentuk komitmen pemulihan ekosistem yang dituangkan dalam proposal usulan kemitraan antara Perempuan Alam Lestari dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.  Sekaligus rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN).

“Ini bentuk berpartisipasi kami,” kata  Ketua Perempuan Alam Lestari, Supartina Paksi.

Beberapa poin penting disampaikan Supartina dalam sambutannya. Diantaranya, menekankan pentingnya melestarikan hutan, air dan mengurangi polusi udara.  Mencegah longsor dan banjir, melestarikan kearifan lokal dan membangun ketangguhan iklim. Termasuk membangun potensi peningkatan ekonomi perempuan berbasis hasil hutan bukan kayu.

“Melestarikan hutan berarti menyelamatkan kehidupan dan penghidupan petani kopi dari dampak perubahan iklim,”

Ketua Perempuan Alam Lestari, Supartina Paksi

Sebelumnya, Perempuan Alam Lestari sudah melakukan deklarasikan Desa Kopi Tangguh Iklim pada 28 Januari 2020.  Program tersebut, mendorong perempuan petani kopi untuk mengembangkan pola agroforestri di kebun kopi.

“Untuk lebih memaksimalkan upaya yang akan dilakukan Perempuan Alam Lestari, kami sangat mengharapkan Pemerintah Desa Batu Ampar dan BKSDA Bengkulu tetap bersedia untuk terus memberikan dukungan,” lanjutnya.

SIMBOLIS : Ketua Perempuan Alam Lestari (PAL) Supartina Paksi saat menyerahkan bibit secara simbolis pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Kepahiang, Mukhtar Yatib. (foto : betty herlina/bincangperempuan)

Untuk diketahui, Perempuan Alam Lestari Desa Batu Ampar merupakan organisasi pemberdayaan perempuan untuk pelestarian alam di tingkat desa, yakni pelestarian dan pemanfaatan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba.  Saat ini Perempuan Alam Lestari sedang berproses menjalin kemitraan konservasi dengan BKSDA Bengkulu.

Didukung Pemda Kepahiang dan BKSDA

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Kabupaten Kepahiang, Mukhtar Yatib menyampaikan apresisasi atas inisiatif pemulihan ekosistem yang dilakukan Perempuan Alam Lestari. Ia meyakini, tak hanya di Kepahiang, namun di Indonesia, Perempuan Alam Lestari merupakan kelompok perempuan pertama yang menunjukan kepeduliannya dengan lingkungan. Termasuk perubahan iklim yang menjadi perhatian dunia saat ini.

“Baru perempuan di Desa Batu Ampar yang memiliki terobosan seperti ini di Kabupaten Kepahiang. Jadi, Bupati Kepahiang pasti sangat mendukung,” kata Mukhtar.

Baca juga : Supartina Paksi, Penggerak Perempuan untuk Desa Kopi Tangguh Iklim

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemda akan mengalokasi bibit serta bantuan lain dalam penganggaran tahun selanjutnya. “Ajukan proposal. Insya Allah, akan kami anggarkan. Pak Bupati sangat mendukung ini,” katanya.

BIBIT : Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari saat menerima bibit dari perwakilan Perempuan Alam Lestari. (foto : betty herlina/bincang perempuan)

Dukungan serupa disampaikan Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari. Ia mengatakan, saat ini Perempuan Alam Lestari sudah telah mengajukan proposal kemitraan konservasi dengan skema pemulihan ekosistem. Pihak BKSDA sendiri sudah melakukan pemetaan dan mengukur luas areal lahan yang diusulkan oleh Perempuan Alam Lestari.

“Masih diproses, kalau sudah oke, proposal akan dikirim ke Direktorat Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) untuk meminta persetujuan dari Direktur Jenderal KSDAE. Kalau disetujui, akan ditindaklanjuti dengan penandatangan perjanjian kerjasama,” kata Said.

Selain itu, dikatakan Said, BKSDA juag sudah melakukan penguatan kapasitas, pendampingan dan bantuan ekonomi produktif untuk Perempuan Alam Lestari. (betty Herlina)

Leave a Comment