Home » News » Edukasi Seks pada Anak, Ini yang Harus Diketahui 

Edukasi Seks pada Anak, Ini yang Harus Diketahui 

Bincangperempuan.com- Di era modern ini, edukasi seks masih menjadi hal yang tabu bagi masyarakat Indonesia. Seks dianggap sebagai ranah bagi orang yang telah menikah sehingga topik ini kerap dianggap sebagai privasi. Padahal edukasi seks patut diberikan sejak usia dini agar anak dapat memutuskan hubungan terbaik dan menjaga dirinya.

Tantangan terbesar bagi orang tua adalah memilih cara yang tepat untuk memberikan pemahaman yang sehat dan bertanggung jawab tentang seks pada anak. Edukasi seks memerlukan pendekatan terbuka dan terinformasi sebagai kunci agar anak memahami tubuh dan menciptakan hubungan yang positif. Selain itu, memberikan edukasi seks yang benar pada usia yang tepat dapat melindungi mereka dari bahaya dan mempersiapkannya untuk menghadapi kehidupan dengan percaya diri.

Kenapa Pendidikan Seks Pada Anak Itu Penting?

Banyak masyarakat bertanya tentang “kenapa pendidikan seks pada anak itu penting?” Hal ini disebabkan karena mereka menilai jika pendidikan seks menjadi topik yang hanya dibicarakan oleh orang dewasa saja. Akibatnya dimasa pubertas, anak-anak banyak mencari pengetahuan tentang seks dengan caranya sendiri. Bisa lewat tontonan, atau mencari informasi di media online dan media sosial. Alih-alih tidak jarang pencarian tersebut malah membuat anak-anak menjadi semakin jauh dari nilai-nilai edukasi.

Lantas, benarkah pendidikan seks hanya untuk orang dewasa saja?

Pada dasarnya, tidak ada pedoman yang mengatur tentang pendidikan seks yang hanya diperutukan bagi orang dewasa. Hal ini menandakan bahwa edukasi seks juga dapat diberikan kepada anak. Singkatnya, ada banyak penelitian dan artikel ilmiah yang menyarankan agar orang tua memberikan pendidikan seks kepada anaknya sejak usia dini untuk membentengi diri dari ancaman yang dihadapi.

Penyataan ini turut didukung oleh penelitian yang berjudul “Three Decades of Research: The Case for Comprehensive Sex Education” yang menjelaskan bahwa pendidikan seks yang komprehensif dan inklusif berperan mencegah kekerasan dalam hubungan dan membantu seseorang untuk memiliki hubungan yang sehat. Selain itu, edukasi seks sejak usia dini turut mengurangi tingkat kehamilan remaja, infeksi menular seksual, dan perilaku memiliki risiko seksual yang besar. Kondisi ini didorong karena edukasi seks sejak usia dini menjadi bekal bagi generasi muda untuk membuat keputusan seksual yang tepat dan sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya sejak kecil.

Baca juga: Pentingnya Digital Mindset dan Ruang Digital Aman bagi Anak Muda

Edukasi Seks yang Tepat Berdasarkan Usia

BPer’s perlu diingat bahwa edukasi seks sejak usia dini tidak hanya tentang hubungan intim saja. Pada kenyataannya, edukasi seks dapat berkaitan dengan pengenalan organ intim atau menunjukkan bentuk rasa kasih sayang antar ayah dan ibu di depan anak. Tentu saja, BPer’s pasti bertanya-tanya “kapan usia yang tepat untuk memberikan edukasi seks kepada anak?”

Dikutip dari U.S News, pendidikan seks dapat diajarkan sejak anak memasuki taman kanak-kanak. Dimasa ini, BPer’s dapat memulai percakapan dengan anak tentang organ intim pada laki-laki dan perempuan, batasan pribadi, dan persetujuan terkait aktivitas seksual.

Ketika anak memasuki tahun pertama hingga ketiga di sekolah dasar, BPer’s dapat mengedukasi anak tentang emosi, keterampilan komunikasi yang baik, batasan yang sehat, dan rasa hormat terhadap orang lain. Selanjutnya, anak yang duduk di kelas empat sampai enam di bangku sekolah dasar dapat diajarkan tentang identifikasi persahabatan dan hubungan yang tidak sehat serta masa pubertas pada remaja. Diusia ini, anak mulai mempertanyakan tentang mentruasi yang dialami setiap bulan  pada anak perempuan hingga mimpi basah pada anak laki-laki.

Pada anak perempuan, BPer’s pasti pernah menemukan kondisi dimana mereka kebingungan dengan apa yang dialaminya. Disinilah peran orang tua diperlukan, Bper’s dapat memberikan edukasi agar anak dapat berpikiran normal dan memahami kondisi biologis yang mulai berubah.

Edukasi lanjutan dimasa sekolah menegah pertama dan sekolah menengah atas dapat dilakukan dengan pembahasan yang lebih kompleks. BPer’s dapat mengajarkan anak tentang pubertas, hubungan yang romantis, kekerasan terhadap pasangan, infeksi menular seksual, hingga orientasi dan identitas seksual yang ada. Pada tahap ini, anak diharapkan dapat memilih keputusan yang tepat untuk dirinya.

Baca juga: Ajarkan Anak Untuk Mengendalikan Diri

Tips Memberikan Edukasi Seks pada Anak

Setelah mengetahui edukasi seks berdasarkan kategori usia, BPer’s pasti mempertanyakan tips yang tepat untuk memberikan edukasi seks pada anak, kan? Eits, jangan khawatir! Aku punya tips yang bagus untuk menanganinya, lho!

  • Mulailah memberikan buku tentang anatomi tubuh pada anak. Bper’s dapat membacakan buku dan mengajarkan anak tentang anatomi tubuh seperti organ intim ketika main bersamanya.
  • Setelah anak mengenal anatomi tubuh, BPer’s dapat mengajarkan anak tentang batasan-batasan untuk melindungi dirinya. Ajarkan anak untuk membangun privasi dan batasan yang kuat tentang seksualitas seperti tidak mengizinkan siapapun menyentuh mereka tanpa izinnya.
  • Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia. Ketika memberikan edukasi seks kepada anak, BPer’s harus memperhatikan bahasa yang digunakan. Sampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Langkah ini dilakukan agar anak dapat lebih memahami informasi yang didengarnya.
  • Cobalah menjawab pertanyaan apa pun yang dilontarkan anak dengan sejelas mungkin. Jangan sampaikan informasi yang tidak benar, ya! Meskipun terasa canggung diawal, jawaban yang diberikan dapat menambahkan pengetahuan anak dan membuatnya lebih antusias untuk belajar.
  • Ketika anak memasuki usia sekolah, tanyakan secara berkala kepada mereka tentang apa yang dipelajari di sekolah. Selain itu, BPer’s dapat menanyakan tentang perasaan mereka terhadap teman-temannya atau membantu mereka untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.
  • Ketika anak memasuki usia remaja, BPer’s dapat menanyakan tentang orang yang disukainya atau hubungan yang diinginkannya. Ajak anak untuk mendiskusikan tentang kapan waktu yang tepat untuk siap berhubungan seks dan tanggung jawab yang menyertainya. Diskusi ini membantu anak dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit menular seksual, dan masalah lainnya.

Sumber:

  • Goldfarb, E. S., & Lieberman, L. D. (2021). Three decades of research: The case for comprehensive sex education. Journal of Adolescent health, 68(1), 13-27.
  • Sarah Wood, 2022. “Sex Ed in Schools: What Parents Need to Know”, dalam U.S News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Artikel Lainnya

Stigma Nakal, Bagi Perempuan yang Pulang Malam

Green Jobs: Peluang Kerjanya Anak Muda untuk Indonesia Lebih Bersih

#BerbagiPeran Demi Kesetaraan dalam Pekerjaan Domestik Bersama Asha Puan

Leave a Comment