Home » Opini » Jadi Traveler Perempuan di India, Amankah?

Jadi Traveler Perempuan di India, Amankah?

Rizqi Mutqiyyah

Opini

Bincangperempuan.com-  B-Pers, mungkin kalian sudah tidak asing lagi mendengar banyak berita berseliweran tentang traveler perempuan nggak aman di India. Namun apakah benar demikian?

Berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang menjalani perkuliahan di India selama hampir dua tahun, negeri yang terkenal dengan ikon Taj Mahalnya tersebut tidak bisa digeneralisir. Artinya tiap kota atau state di India memiliki “tingkat keamanan” yang berbeda-beda.

Contohnya Bangalore, tempat penulis tinggal dan kuliah di International Institute of Information Technology (IIIT). Kota terbesar ketiga di India setelah New Delhi dan Mumbai ini, menurut penulis relatif cukup aman untuk traveler perempuan.

Bangalore dengan bentuk tata kota dan cuaca yang menyerupai Kota Bandung di Jawa Barat, nyaris tidak pernah penulis dengar ada pelecehan seksual ataupun diskriminasi, termasuk islamphobia. Mungkin karena kota ini merupakan the Silicon Valley of India, pusat IT-hubnya India sehingga banyak pendatang baik dari penjuru dalam dan luar negeri.

Meski tidak bisa dinafikan, di kota ini sempat terjadi pemerkosaan dan demontrasi besar-besaran. Mengkutip Al-Jazeera dan Kompas.com, pada tahun 2014 seorang bocah perempuan berusia 3 tahun di sekolahnya mengeluh kesakitan pada bagian vitalnya. Saat ditanya kedua orang tuanya, dia menyebut karena seorang paman di sekolahnya. Mengetahui hal tersebut, kedua orang tuanya langsung melaporkan pada polisi setempat.

Pada tahun yang sama, kejadian berulang terjadi pada anak perempuan berusia enam tahun oleh seorang petugas sekolah lain di Bangalore. Karena dua kejadian ini memicu marahnya publik dengan terjadinya unjuk rasa para orang tua dan aktivis perempuan.

Mereka mengecam pihak sekolah tidak menangani kasus tersebut dengan semestinya. Sementara, protes terhadap kasus pelecehan seksual mulai menjadi perhatian publik sejak tahun 2012. Hal ini dikarenakan kasus pemerkosaan terhadap mahasiswa bernama Jyothi Singh yang berusia 23 tahun. Dia diperkosa saat berada di bus dan dibunuh. Masyarakat pun berhasil memaksa pemerintah mencetuskan undang-undang anti pemerkosaan dengan menghukum mati pelakunya.

Lain hal dengan New Delhi. Ibu Kota negeri Mahatma Gandhi ini dipadati banyak penduduk sebanyak 32.941.308 jiwa. Melansir narasi.tv, New Delhi menduduki peringkat kedua kota terpadat di dunia setelah Tokyo, Jepang pada 2023. Kota ini menawarkan banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari Qutub Minar (tempat shooting film Faana dan Pardesh), Indian Gate, Humayun Tomb, dan masih banyak lainnya. Berbeda dengan Bangalore yang suhunya terbiasa stabil, di New Delhi cuacanya bisa ekstrem ketika summer dan winter, 45 derajat saat summer, dan 6 derajat saat winter. Sehingga ketika panas, panas sekali begitu pula ketika dingin. Traveler tidak disarankan berkunjung ketika dua musim ini.

Baca juga: Yulia Suparti: Dari Sampah Ingin Menyelamatkan Dunia

Jujur ya, di New Delhi penulis pernah mengalami pelecehan seksual verbal saat berada di kereta lokal cepat. Saat itu penulis seorang diri, tidak berada di gerbong khusus perempuan menuju stasiun tempat teman penulis tinggal di Samaypur Badli. Ada pria lokal yang mengaku sebagai penulis terkenal dan mengajak berkencan. Pria tersebut secara terang-terangan mengajak tidur dan melakukan hubungan seksual.   Beruntung, penulis terselamatkan karena pria tersebut menyerah lantaran penulis diam dan tidak menggubris ucapannya.

Melansir republika.co.id, New Delhi merupakan wilayah yang memiliki angka kejahatan seksual tertinggi diantara kota lainnya, dimana laporan perkosaan terjadi setiap 18 jam. Menurut Dinas Catatan Kriminal Nasional India, rata-rata 90 kasus pemerkosaan dilaporkan setiap harinya sepanjang tahun 2022.

Serupa dengan New Delhi, Ahmedabad cenderung kurang aman bagi traveler perempuan. Ketika berkunjung ke kota yang penuh dengan warisan UNESCO di Gujarat itu, penulis mendapat pengalaman kurang mengenakkan. Saat mengunjungi salah satu ikon di Ahmedabad bernama Sarkhej Roza, ada seorang pria lokal yang menawarkan diri jadi tour guide. Selain itu, pria tersebut meminta berteman di instagram. Pria yang berjambang itu pun langsung meminta penulis untuk menjadi kekasihnya. Sehingga, disarankan, jika ingin berkunjung ke kota ini baiknya tidak dilakukan sendirian.

Saat berkunjung ke Hawa Mahal, ikon terkenal Jaipur, ada pria lokal yang meminta berkenalan dengan penulis. Pria tersebut mengajak penulis yang kala itu ditemani dua orang teman Indonesia untuk makan siang. Lantaran ditolak oleh penulis, pria tersebut menawarkan untuk makan malam. Penulis tidak mengindahkan dengan tersenyum meninggalkan pria tersebut. Kendati ada rasa takut, cemas dan khawatir, beruntung penulis tidak sendiri. Melainkan ditemani satu teman Indonesia dan satu teman lokal asli Jaipur.

Kendati berlokasi di wilayah Rajashthan, berbeda dengan Jaipur, Udaipur aman untuk traveler perempuan. Kota yang dijuluki City of Lake itu ramah terhadap turis. Saat berada di Udaipur, penulis mengalami flu berat lantaran berkunjung kala winter tiba. Kendati demikian, penulis tidak mengalami pelecehan seksual berupa verbal dan fisik. Beruntung saat itu penulis juga ditemani teman lokal penduduk asli Udaipur yang bisa memandu ke spot landmarks yang terkenal di sana.

Baca juga: Salahpaham tentang Feminisme yang Perlu Dihilangkan

Tips Aman Traveling ke India bagi Perempuan

Sebelum berkunjung ke negeri Shah Rukh Khan, berdasarkan pengalaman penulis dan melansir berbagai sumber, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar tetap aman selama travelling.

Persiapkan itinerary se-detil mungkin

India bukan bukanlah negara tujuan wisata untuk para beginner atau pemula. Hal ini karena banyak culture shock atau gegar budaya yang dialami turis. Mulai dari makanan, petunjuk direction yang kurang jelas hingga tak banyak warga India yang bisa berbahasa Inggris. Untuk itu, sebelum berkunjung, alangkah baiknya membuat itinerary atau catatan perjalanan yang jelas. Bisa dengan riset di Internet pun tanya orang Indonesia yang sudah lama tinggal di India. Salah satunya dengan mengontak perhimpunan pelajar Indonesia di India (PPI India). Selain itinerary, persiapkan juga berkas, pilihan transportasi dan tempat menginap.

Jangan pergi sendirian

Baiknya dengan pergi secara berkelompok atau mengajak pemandu wisata dari PPI India. Biasanya mereka sudah tahu spot wisata yang bisa dikunjungi, transportasi dan tempat makan yang aman. Atau, bisa mengajak teman orang India asli yang sudah dipercaya untuk menjadi tour guide.

Kunjungi kota besar

Yang menjadi destinasi wisata baiknya adalah kota besar. Seperti Bangalore dan Mumbai. Di kedua kota ini banyak pendatang dan kedua kota tersebut penduduknya tergolong menengah ke atas. Hindari desa kecil dan terpencil. Jangan pula berpergian terlalu malam.

Bawa Obat-obatan. Kesehatan itu penting, jangan sampai terkapar karena sudah kelelahan pun tak cocok dengan makanan atau cuaca yang ada. Bawalah obat-obatan pribadi, terutama bagi kalian yang tidak terbiasa makan makanan pedas. Sebagian besar makanan di India dipenuhi rempah-rempah.

Waktu berkunjung yang tepat

Di India terdapat 6 musim. Untuk mengunjungi negeri di bawah pimpinan Narendra Modi ini baiknya kala winter, yaitu November hingga Maret. Hal ini dikarenakan suhu cuacanya berada di antara 16 hingga 30 derajat. Kala summer, suhu udara bisa mencapai 46 derajat.

Pastikan punya koneksi internet

Persiapkan baterai smartphone penuh dan jangan lupa membawa power bank. Pastikan memiliki internet yang stabil. Sehingga jika sesuatu darurat terjadi, bisa menggunakan untuk menelpon emergency call.

Simpan kontak penting

Simpanlah kontak penting seperti Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Jadi, jika terjadi hal yang tidak diinginkan bisa dilakukan tindakan cepat.

Memakai pakaian sopan

Seperti kata peribahasa, “Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang”. Sebagian besar masyarakat India masih konservatif. Pastikan saat berpakain menggunakan pakaian sopan tertutup yang tidak mengundang perhatian.

Datang dengan pikiran dan hati terbuka

Berhati-hati itu wajib, tapi jangan sampai rasa khawatir membuat kamu takut dan panik. Bersikaplah terbuka tapi jangan naif. Jangan berekpekstasi akan mendapat hal yang menyenangkan saja. Dengan begitu kamu akan bersiap akan culture shock yang akan kamu alami. Perlu diingat, kasus pelecehan dan scam tidak hanya terjadi di India, tapi juga di negara lain.

Percaya diri

Jadilah orang berani. Jangan mudah percaya dengan orang asing dan secara tegas mampu menolak tawaran orang yang tidak dikenal.

Bawa pepper spray dan uang cash

Pepper spray mampu menjadi senjata utama kala terjadi hal yang tidak diinginkan. Sementara, untuk uang cash baiknya membawa kartu Internasional berlogo VISA atau Mastercard yang bisa ditarik tunai di ATM di India. Salah satunya di bank SBI. Hal ini dikarenakan rate uangnya lebih murah jika dibandingkan menukarkan melalui money changer.

Lakukan late posting

Kala mengunggah foto saat traveling, baiknya saat sudah meninggalkan lokasi tersebut alias late-post. Dengan demikian, kalian tidak akan mudah di tracking jejak kalian.

Jadi bagaimana B-Pers apakah India untuk perempuan?Silakan disimpulkan!

*) penulis merupakan mahasiswi MSc Digital Society International Institute of Information Technology-Bangalore.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

gerakan perempuan, kekerasan seksual, tips aman traveling di India, traveler perempuan, traveling di India

Artikel Lainnya

Bersikap Malas, Untuk Hal yang Tidak Penting

Menguatnya Narasi Konservasi Berbasis Hak Perempuan: Catatan Akhir 2020

Perempuan dan kehutanan komunitas di Indonesia

Perempuan dan Kehutanan Komunitas di Indonesia: Sebuah Catatan Singkat

Leave a Comment