Bincangperempuan.com– Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bengkulu, turut ambil bagian dalam upaya mewujudkan informasi yang inklusif difabilitas. Komitmen keterlibatan AMSI Bengkulu diwujudkan dalam penandatangan nota kesepahaman antara AMSI dan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusi (PMMI) Bengkulu, Senin (26/05/2025).
Ketua AMSI Bengkulu, Komi Kendy Setyawati mengatakan, AMSI membuka diri untuk teman-teman disabilitas terlibat aktif dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Caranya dengan menerima dan menerbitkan tulisan yang berkaitan dengan aktivitas, pengetahuan ataupun ekspresi dari para difabilitas.
“Kalau teman-teman ada tulisan atau kirim rilis ke kami, pasti akan cepat kita follow up. Termasuk memfasilitasi untuk pelatihan bagaimana membuat publikasi yang informatif, kritis dan mengedukasi,” ujar Komi.
Manager Bisnis Tribun Bengkulu ini juga menyarankan PMMI dan masyarakat inklusi lainya untuk memiliki website khusus. Cara ini menurut Komi, bisa membuat informasi tentang difabilitas dapat tersampaikan dengan lebih cepat dan tepat. Masyarakat yang membutuhkan pengetahuan tentang difabilitas dapat mengunjungi website tersebut tanpa harus memilah informasi.
“Ini mungkin masih jadi PR kita semua. Kita ingin menghasilkan output berupa media dan AMSI sangat mendukung PMMI punya media sendiri,” imbuhnya.
Ketua PMMI Bengkulu, Irna Riza mengaku keterlibatan media ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu disabilitas melalui penyiaran yang edukatif, inklusif, bebas stigma serta mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Ini juga akan menciptakan budaya baru dalam penulisan berita yang selama ini dianggap masih belum ramah.
Baca juga: Irna Riza Yuliastuty, Berjuang untuk Kesetaraan Disabilitas
“Kami juga berpikir bahwa kadang-kadang berita yang ada itu menyudutkan kawan-kawan difabel. Misalnya kata-kata orang terbelakang atau kata-kata lain yang kemudian semakin membuat kawan-kawan difabel merasa bukan bagian yang setara dari kita masyarakat seutuhnya,” ungkap Irna.
Statistik Kominfo Provinsi Bengkulu mencatat ada 5168 penyandang disabilitas di Provinsi Bengkulu, yang tersebar di 9 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bengkulu. Terbanyak ada di Kabupaten Bengkulu Utara, menyusul Rejang Lebong dan Kota Bengkulu.
Dari jumlah tersebut dilihat komposisi gendernya, paling banyak penyandang disabilitas laki-laki 2602 orang. Sedangkan perempuan 2566 orang.
Tampilkan penerjemah dalam tayangan berita lokal
Sementara Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPDI) Bengkulu, Fonika Thoyib menyebut akan mendorong ruang penyiaran untuk konsisten dengan upaya penyajian informasi yang inklusif. Caranya dengan meminta televisi lokal untuk menampilkan penerjemah bahasa isyarat, khususnya pada tayangan berita.
“Kita tetap akan mendorong itu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Supaya nanti teman-teman difabel ini tetap mendapatkan haknya untuk memperoleh informasi,” ujar Fonika.
Baca juga: Semangat Perempuan Disabilitas, Potret Tangguh di Masa Pandemi Covid-19
Penandatanganan nota kesepahaman ini juga turut dihadiri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu. Pertemuan juga diisi dengan presentasi tentang difabel yang disampaikan oleh perwakilan difabel fisik yang diwakili oleh Takrim Nusarto, difabel netra diwakili oleh Magdalena dan difabel Tuli diwakili oleh Seto.
