Home » Isu » Kesetaraan Gender » Lahan Parkir dan Gerbong Kereta Khusus Perempuan

Lahan Parkir dan Gerbong Kereta Khusus Perempuan

Gerbong kereta khusus perempuan

Bincangperempuan.com- Katanya ingin setara. Tapi kok lahan parkir kendaraan dan gerbong kereta minta khusus? Tidak sedikit komentar bermunculan ketika pemerintah menetapkan gerbong khusus kereta untuk perempuan dan lahan parkir khusus untuk perempuan.

Beberapa di antaranya berpendapat kebijakan ini dianggap diskriminatif terhadap laki-laki, karena mengindikasikan bahwa semua laki-laki berpotensi melakukan pelecehan. Sehingga bisa menimbulkan ketidakpuasan di kalangan laki-laki yang merasa dirugikan oleh kebijakan ini.

Ada pula yang menilai kebijakan ini hanya menyentuh permukaan masalah dan tidak menyelesaikan akar permasalahan yaitu budaya dan sikap yang menyebabkan pelecehan. Solusi jangka panjang yang lebih efektif adalah edukasi dan kampanye untuk mengubah perilaku serta memperkuat hukum dan penegakannya.

Terlepas dari kontra yang bermunculan, akan tetapi kebijakan lahan parkir dan gerbong kereta khusus perempuan bukanlah hal baru di dunia. Beberapa negara seperti Inggris sudah menerapkan alat transportasi yang dikhususkan untuk perempuan sejak tahun 1874 lewat Metropolitan Railway. Kala itu ada gerbong khusus perempuan yang kemudian dihapus sejak ada kereta api BR.

Baca juga: Bisakah Indonesia Mencontoh Islandia, Soal Kesetaraan Gender

Kemudian Jepang, salah satu negara pertama yang menerapkan gerbong kereta khusus perempuan. Kebijakan ini dimulai sejak awal tahun 2000-an di beberapa jalur kereta di Tokyo dan kota-kota besar lainnya. Gerbong khusus perempuan biasanya tersedia selama jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.

Ada juga India, Mesir, Brazil, Fhilipina, Malaysia, dan Thailand yang melakukan hal serupa.

Di Indonesia, kebijakan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang perempuan di Indonesia. Pengadaan lahan parkir dan gerbong kereta khusus perempuan dapat dipandang sebagai bentuk kesetaraan gender karena upaya ini secara langsung menyasar kebutuhan dan tantangan yang unik dihadapi oleh perempuan dalam ruang publik dan transportasi umum.

Perempuan sering kali menghadapi risiko lebih besar terhadap pelecehan dan kekerasan di ruang publik dan transportasi umum. Sehingga menyediakan lahan parkir dan gerbong khusus, pemerintah dan penyedia layanan transportasi menunjukkan bahwa mereka memahami dan merespons kebutuhan khusus perempuan untuk merasa aman. Ini bukan tentang memberikan perlakuan istimewa, tetapi tentang menciptakan lingkungan yang setara di mana perempuan tidak merasa terancam atau tidak nyaman.

@bincangperempuan

Udah tahu kan alasannya kenapa perlu tindakan khusus untuk perempuan? #fyp #kesetaraangender #affirmativeaction

♬ –

Mendorong Partisipasi, Mengakui Perbedaan Kebutuhan

Kesetaraan gender bukan hanya tentang memberikan perlakuan yang sama, tetapi juga tentang memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari gendernya, memiliki akses yang adil terhadap fasilitas dan layanan yang aman dan nyaman. Dalam konteks ini perempuan sering kali menjadi target pelecehan seksual. Dengan adanya gerbong kereta khusus perempuan, risiko tersebut dapat diminimalkan, sehingga perempuan dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang dan nyaman. Hal ini sejalan dengan prinsip kesetaraan, yaitu memastikan semua individu dapat mengakses layanan publik tanpa rasa takut atau ancaman.

Menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman, perempuan lebih terdorong untuk aktif berpartisipasi dalam aktivitas publik, baik itu dalam bekerja, berpendidikan, atau kegiatan sosial lainnya. Fasilitas khusus ini membantu mengurangi hambatan yang mungkin dihadapi perempuan, sehingga mereka dapat lebih bebas beraktivitas di luar rumah. Ini adalah langkah penting dalam mencapai kesetaraan gender, di mana perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam kehidupan publik.

Kesetaraan gender tidak berarti perlakuan yang identik untuk semua orang, tetapi tentang pengakuan bahwa kebutuhan dan pengalaman gender berbeda dan memerlukan pendekatan yang berbeda pula. Menyediakan fasilitas khusus untuk perempuan, ini menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat mengakui dan menghargai perbedaan tersebut, dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan semua gender secara adil.

Selain itu, perjalanan dengan transportasi umum yang penuh sesak bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, terutama bagi perempuan yang harus mengatasi rasa takut akan pelecehan. Adanya gerbong khusus, beban emosional dan psikologis yang dialami oleh perempuan dapat berkurang, sehingga mereka dapat merasa lebih aman dan nyaman. Ini adalah aspek penting dari kesetaraan gender, di mana kesejahteraan mental dan emosional semua individu diakui dan dijaga.

Baca juga: Stop Normalisasi Manel, Saatnya Suarakan Kesetaraan!


Kesetaraan Gender dalam Perspektif Kebijakan Khusus

Konteks kesetaraan gender, kebijakan seperti lahan parkir dan gerbong kereta khusus perempuan bisa dilihat dari dua sisi. Sebagai langkah positif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perempuan di ruang publik. Serta sebagai pengakuan atas kegagalan masyarakat untuk menyediakan lingkungan yang benar-benar aman bagi semua orang, tanpa memandang gender.

Dari sisi keamanan universal, pemerintah dan penyedia layanan publik harus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua orang, bukan hanya perempuan. Ini bisa dilakukan melalui peningkatan pencahayaan, patroli keamanan, dan kamera CCTV di area publik.

Kemudian edukasi tentang kesetaraan gender dan pencegahan pelecehan seksual harus diperluas ke seluruh masyarakat. Kampanye kesadaran publik bisa membantu mengubah perilaku dan norma sosial.

Selain menciptakan lingkungan yang aman, penting untuk memberdayakan perempuan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan peluang ekonomi. Pemberdayaan ini dapat membantu perempuan merasa lebih percaya diri dan mandiri.

Edukasi, peningkatan keamanan universal, dan pemberdayaan perempuan adalah langkah penting dalam perjalanan menuju masyarakat yang lebih adil dan setara. Melalui pendekatan yang komprehensif, kebijakan-kebijakan ini dapat menjadi bagian dari solusi yang lebih besar untuk kesetaraan gender. (CH)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Artikel Lainnya

Fragile masculinity

Fragile Masculinity dan Dampaknya pada Perempuan

Male Gaze: Ketidakadilan Gender dan Bencana Bagi Perempuan

Media berperan mengedukasi masyarakat agar adil gender

Media Berperan Mengedukasi Masyarakat agar Adil Gender

Leave a Comment