Bincangperempuan.com- B’Pers pernahkah kamu menggunakan transportasi umum? Pasti pernah dong. Transportasi umum seperti kereta dan bus atau trans kota memang jadi pilihan yang ekonomis. Tetapi saat kamu duduk, lelaki di sebelahmu malah melebarkan kedua kakinya sehingga kamu jadi kesempitan.
Nah, ini tuh namanya manspreading, yaitu tindakan seorang laki-laki yang duduk di transportasi umum, dengan kedua kaki terbuka lebar, sehingga orang yang duduk di sebelahnya memiliki ruang yang lebih sempit.
Posisi duduk seperti ini sering dibenarkan dengan alasan organ reproduksi laki-laki. Katanya, duduk “ngangkang” itu soal kenyamanan tubuh. Akhirnya, kamu jadi segan menegur, takut dianggap tidak paham atau berlebihan. Tapi, benarkah alasan itu bisa dijadikan pembenaran?
Baca juga: Ketika Performative Male Jadi Ajang Kontes
Manspreading Apakah Itu?
Istilah manspreading sebenarnya tergolong baru. Melansir dari Mentalzon, istilah ini mulai muncul di internet pada awal 2013, setelah kelompok feminis menyuarakan kekhawatiran terhadap perilaku tersebut. Awalnya, manspreading diperdebatkan sebagai bentuk superioritas laki-laki, karena memperlihatkan area selangkangan sehingga dianggap menyampaikan pesan dominasi seksual.
Perdebatan ini kemudian meluas. Banyak orang menilai manspreading sebagai bentuk ketidakhormatan berbasis gender. Tetapi pembahasannya bukan hanya tentang dominasi laki-laki. Yang dipersoalkan justru ruang publik yang diambil ketika laki-laki duduk dengan kaki terbuka lebar.
Posisi duduk ini sering membuat laki-laki mengambil lebih dari satu ruang duduk. Akibatnya, orang lain harus rela mendapat ruang yang lebih sempit, terutama di tempat-tempat umum yang padat seperti bus, atau kereta.
Fenomena laki-laki yang mengambil porsi duduk lebih dari yang seharusnya ini bahkan sudah dianggap seperti wabah. Saking meluasnya, kata manspreading sampai masuk dalam daftar kata populer versi Collins English Dictionary.
Perilaku ini jelas tidak sopan dan menjengkelkan, terlebih ketika gerbong kereta penuh. Meski begitu, masih ada laki-laki yang mengklaim sains sebagai pembela. Mereka berargumen bahwa mengambil ruang lebih banyak bukanlah soal kuasa atau agresi seksual, tetapi kebutuhan biologis agar tubuh bisa merasa nyaman.
Bisakah Dibenarkan dengan Alasan Biologis?
Pembenaran biologis ini banyak diangkat oleh media seperti Vice dan The Independent. Dalam artikelnya, Vice mengutip pandangan ahli biomekanika tulang belakang yang menjelaskan bahwa variasi struktur panggul, sudut tulang paha, serta distribusi beban tubuh dapat memengaruhi kenyamanan posisi duduk seseorang. Pada sebagian laki-laki, duduk dengan kaki rapat disebut dapat menimbulkan tekanan pada area panggul dan otot tertentu, sehingga posisi duduk dengan kaki lebih terbuka dianggap lebih nyaman.
Sementara itu, The Independent juga memuat penjelasan dari tenaga medis yang menyoroti perbedaan anatomi antara tubuh laki-laki dan perempuan, khususnya pada lebar panggul dan sudut tulang paha. Faktor-faktor ini disebut dapat membuat posisi duduk dengan lutut rapat terasa kurang ergonomis bagi sebagian laki-laki.
Sebagian besar artikel yang membahas topik ini justru berfokus pada upaya menjelaskan dan membenarkan perilaku laki-laki ketika duduk di ruang publik. Pembahasan mengenai anatomi, kenyamanan tubuh, hingga penjelasan ilmiah lainnya mendominasi narasi.
Secara sederhana, argumen-argumen tersebut menyimpulkan bahwa manspreading dipandang sebagai konsekuensi dari kondisi fisik, bukan semata-mata sikap tidak sopan.
Namun, pembahasan mengenai bagaimana seharusnya setiap individu, terlepas dari gendernya masih kurang ditegaskan. Diskusi juga jarang menempatkan manspreading dalam konteks sosial dan budaya. Padahal dalam budaya patriarki, laki-laki kerap disosialisasikan untuk memproyeksikan maskulinitas. rasa percaya diri atau kehadiran tubuh secara lebih dominan. Pola ini dapat tercermin, secara sadar maupun tidak, termasuk dalam cara mereka menempati ruang saat duduk.
Minimnya diskusi tentang aspek sosial budaya, mempersempit manspreading lebih sebagai persoalan kebutuhan biologis laki-laki, alih-alih sebagai isu tata krama di ruang publik. Padahal, transportasi umum merupakan ruang bersama yang menuntut setiap penggunanya untuk saling menyesuaikan diri demi kenyamanan bersama.
Baca juga: Mansplaining dan Dampaknya Terhadap Perempuan
Manspreading Bukan Pembenaran untuk Tidak Sopan di Ruang Publik
Dengan demikian, membahas manspreading semata-mata sebagai soal anatomi tanpa melihat dampaknya terhadap orang lain justru berisiko mengaburkan persoalan utamanya, yaitu ketimpangan dalam penggunaan ruang publik. Terutama bagi perempuan, jarak tubuh yang terlalu dekat dan tidak diminta ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, terintimidasi, bahkan pengalaman yang dirasakan sebagai pelecehan.
Tak jarang perempuan memilih diam, menahan tubuh, atau bahkan berdiri, tetapi karena merasa tidak aman untuk menegur. Ketidaknyamanan ini lalu dianggap biasa, seolah memang sudah sewajarnya perempuan menyesuaikan diri di ruang publik.
Situasi ini berbanding terbalik ketika perempuan yang melebarkan kaki saat duduk; tindakan tersebut pasti dinilai tidak sopan, memancing tatapan tidak pantas, atau bahkan berujung pada teguran dari penumpang lain.
Padahal, transportasi umum adalah ruang bersama. Kenyamanan tidak seharusnya dibangun dengan mengorbankan rasa aman orang lain. Karena itu, manspreading perlu dipahami sebagai persoalan etika berbagi ruang dan kesadaran sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi:
- Cambridge Dictionary. (n.d.). Manspreading. Cambridge University Press. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/manspreading
- Petter, O. (2017). Manspreading: Scientific explanation revealed for men’s behaviour. TheIndependent. https://www.independent.co.uk/life-style/manspreading-scientific-explanation-revealed-men-behaviour-public-transport-etiquette-a7862771.html
- Schule, L. (2017). There’s a reason some men take up so much space when they sit. Vice. https://www.vice.com/en/article/manspreading-is-an-anatomical-necessity/
- CNET. (2016). Using science to justify manspreading? Don’t. CNET. https://www.cnet.com/science/using-science-to-justify-manspreading-dont/
- Mentalzon. (n.d.). What is manspreading and why do men do it? https://mentalzon.com/amp/en/post/2530/what-is-manspreading-and-why-do-men-do-it
