Home » Kesehatan » Oligomenorea: Penyebab dan Gejala

Oligomenorea: Penyebab dan Gejala

Bincang Perempuan

Kesehatan

Gangguan menstruasi, Oligomenorea

Bincangperempuan.com– Oligomenorea adalah salah satu gangguan menstruasi yang mungkin tidak begitu dikenal oleh banyak orang. Meskipun seringkali tidak disadari, kondisi ini dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan reproduksi perempuan.

Oligomenorea merujuk pada pola menstruasi yang tidak teratur, di mana perempuan mengalami siklus menstruasi yang lebih panjang dari siklus normal, yaitu lebih dari 35 hari. Siklus menstruasi yang normal berkisar antara 21-35 hari.

Sehingga perempuan yang mengalami oligomenorea mungkin hanya mengalami menstruasi beberapa kali dalam setahun. Kondisi ini merupakan varian dari amenorea, yang mana perempuan tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Beberapa faktor dapat menyebabkan oligomenorea, dan seringkali kondisi ini bersifat multifaktorial. Salah satu penyebab umum adalah gangguan hormonal yang mempengaruhi produksi hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron.

Baca juga: Kenali 10 Infeksi Selama Kehamilan dan Upaya Mengatasinya

Faktor-faktor lain yang dapat memicu oligomenorea meliputi:

  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), menjadi salah satu penyebab utama oligomenorea. Kondisi ini terjadi ketika ovarium menghasilkan terlalu banyak hormon androgen, yang dapat mengganggu produksi hormon reproduksi.
  • Gangguan Tiroid, ketidakseimbangan hormon tiroid, baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme, dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan oligomenorea.
  • Gangguan pada Kelenjar Adrenal, gangguan pada kelenjar adrenal, seperti hiperplasia adrenal, dapat memengaruhi produksi hormon yang berperan dalam siklus menstruasi.
  • Penurunan Berat Badan Berlebihan atau Kegemukan, perubahan berat badan yang signifikan dapat mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi dan menyebabkan oligomenorea.
  • Stres Emosional atau Fisik, kondisi stres yang berkepanjangan dapat mengganggu sistem reproduksi dan menyebabkan ketidakseimbangan hormonal.
  • Kelainan Struktural pada Rahim atau Ovarium, adanya kelainan struktural pada organ reproduksi seperti mioma atau kista ovarium dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Baca juga: Mengenal Persistent Genital Arousal Disorder

Gejala Oligomenorea

Oligomenorea tidak hanya memengaruhi siklus menstruasi, tetapi juga dapat menimbulkan gejala lain yang perlu diwaspadai. Beberapa gejala yang sering terkait dengan oligomenorea diantaranya infertilitas, dimana gangguan siklus menstruasi dapat menyulitkan proses ovulasi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kesulitan untuk hamil.

Selain itu, ada juga hirsutisme, dimana terjadi peningkatan pertumbuhan rambut di area wajah, dada, atau punggung yang terkait dengan peningkatan hormon androgen.

Pada sejumlah kasus gejala oligomenorea juga dapat dilihat dari peningkatan produksi hormon androgen juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Termasuk gangguan hormonal dapat memengaruhi keseimbangan emosional dan menyebabkan perubahan mood yang signifikan. Serta pada menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan nyeri perut yang tidak terduga.

Meskipun oligomenorea dapat menjadi tantangan kesehatan bagi perempuan, ada harapan untuk memperbaiki kondisi ini melalui pengelolaan yang tepat. Langkah pertama adalah mencari bantuan medis untuk diagnosis yang akurat dan perencanaan pengelolaan yang sesuai.

Di dalam masyarakat yang semakin sadar akan kesehatan reproduksi, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang kondisi-kondisi seperti oligomenorea. Melalui informasi yang akurat dan mendalam, dapat membantu perempuan mengelola kesehatan reproduksi mereka dengan lebih baik.(**)

gangguan menstruasi, kesehatan reproduksi, kesehatan reproduksi perempuan, oligomenorea

Artikel Lainnya

Keperawanan Mitos yang Menghantui Perempuan

Selaput Dara, Mitos Keperawanan yang Menghantui Perempuan

Apa Itu Premenstrual Syndrome ? Bagaimana Gejalanya ?

Vasektomi Membantu Meringankan Beban Reproduksi Perempuan

Vasektomi, Membantu Meringankan Beban Reproduksi Perempuan

Leave a Comment