Home » Kesehatan » Kenali 10 Infeksi Selama Kehamilan dan Upaya Mengatasinya

Kenali 10 Infeksi Selama Kehamilan dan Upaya Mengatasinya

Yuni Camelia Putri

Kesehatan

Kenali 10 Infeksi Selama Kehamilan

Bincangperempuan.com- Kehamilan menjadi momen yang ditunggu-tunggu setelah menikah. Sayangnya, kehamilan justru menjadikan perempuan lebih rentan terserang infeksi tertentu.

Penelitian yang dilakukan Christina J. Megli dan Carolyn B. Coyne menemukan setidaknya 10-30% bayi yang meninggal setelah lahir disebabkan oleh infeksi yang diderita oleh sang ibu. Ironinya, kondisi ini masih diremehkan sehingga risiko pada kesehatan ibu hamil dan janinnya terus mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tidak semua infeksi selama kehamilan dapat ditularkan ke bayi.

Dilansir dari Healthline, infeksi yang terjadi selama kehamilan dapat berisiko serius bagi ibu dan bayi. Infeksi ini muncul ketika perempuan mengalami perubahan pada hormon dan sistem kekebalan tubuh selama hamil yang menyebabkan kekebalan tubuh tidak seimbang.

Perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan menyebabkan perempuan mengalami peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Kondisi ini menyebabkan jamur lebih mudah berkembang di area tertentu. Sementara itu, perubahan pada sistem kekebalan tubuh bertujuan untuk melindungi ibu hamil dan janin dari penyakit. Selama masa kehamilan, sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Akan tetapi, perubahan ini juga menyebabkan ketidakseimbangan kesehatan tubuh yang berujung pada infeksi virus dan bakteri yang berbahaya.

Baca juga: Perkawinan Anak dan Ketimpangan Akses Pendidikan

Jenis infeksi yang dialami

Bunda, beberapa infeksi yang dialami selama kehamilan dapat mengganggu kesehatan ibu dan bayi yang berisiko kematian. Infeksi ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang berkembang ketika sistem kekebalan tubuh lemah.

Dikutip dari National Institutes of Health, beberapa infeksi yang umum terjadi selama kehamilan seperti:

Cytomegalovirus (CMV)

Cytomegalovirus (CMV) merupakan virus yang hidup dalam cairan tubuh dan menyebar melalui kontak pribadi seperti berhubungan seksual atau menggunakan peralatan yang sama dengan penderita. Virus ini akan terus berada di dalam tubuh dan dapat aktif kembali jika kondisi imun tubuh mulai melemah. Pada bayi, gejala umum yang dialami seperti berat badan rendah, lahir secara prematur, gangguan fungsi hati, pneumonia, pembesaran limfa, ruam pada kulit, dan kejang. Virus ini dapat menyebabkan bayi yang lahir memiliki gangguan pendengaran atau pengelihatan, menghambat kecerdasan anak, dan komplikasi penyakit serius.

Hepatitis B (HBV)

Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B (HBV) berisiko tinggi menularkan kepada janin.  Akan tetapi, virus ini memiliki risiko penularan yang rendah terhadap janin apabila sang ibu terinfeksi di awal kehamilan. Risiko utama yang mengancam bayi apabila terinfeksi HBV adalah kanker hati atau penyakit hati kronis lainnya.

Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis merupakan infeksi pada vagina yang disebabkan oleh perubahan keseimbangan bakteri yang hidup di dalam vagina. Gejala umum yang dialami oleh ibu hamil adalah keputihan yang berwarna putih susu atau abu-abu dan berbau amis dan muncul sensasi terbakar dan gatal-gatal di area kelamin saat buang air kecil.  Kondisi ini meningkatkan risiko bayi lahir secara prematur. Pada ibu hamil, risiko tertular dapat meningkat ketika berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi.

Fifth disease

Fifth disease atau erythema infectiosum merupakan infeksi yang disebabkan oleh human parvovirus tipe B19 yang dapat menyebar dengan mudah. Beberapa gejala yang dialami oleh penderita infeksi ini adalah demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri sendiri, dan ruam. Virus ini tidak telalu berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang memiliki imunitas yang kuat. Sebaliknya, ibu hamil yang memiliki imunitas yang rendah dapat mengalami keguguran, anemia, leukemia, dan infeksi HIV.

Infeksi streptococcus

Infeksi streptococcus disebabkan oleh bakteri streptococcus tipe B yang hidup di usus dan vagina. Gejala umum yang dirasakan seperti demam, suhu tubuh menurun, kehilangan nafsu makan, kesulitan bernapas, lemas, mudah gelisah, kejang, dan ruam. Infeksi ini menyebabkan masalah kesehatan dan komplikasi serius pada bayi yang baru lahir. Dalam banyak kasus, penularan bakteri ini terjadi pada proses persalinan normal.

Toksoplasmosis

Bunda pasti sering mendengar jika kucing sangat berbahaya bagi kesehatan ibu hamil, bukan? Hal ini disebabkan oleh virus toxoplasma gondii yang ada di kotoran kucing atau makanan yang terkontaminasi. Nah, virus toxoplasma gondii ini dapat menyebabkan keguguran, kebutaan pada bayi, dan masalah kesehatan lainnya.

Rubella atau campak Jerman

Rubella atau campak Jerman merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus berbahaya yang menular melalui udara dan bersin. Gejala campak Jerman pada bayi biasanya muncul setelah dua hingga tiga minggu pasca terinfeksi dan ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, hidung tersumbat, mata merah, pembesaran kelenjar getah bening, dan ruam. Infeksi ini dapat menyebabkan keguguran, kecacatan pada bayi, hingga kelainan jantung.

Listeriosis

Listeriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria monocytogenes. Bakteri ini biasanya berasal dari makanan seperti daging mentah, sayuran mentah, dan makanan olahan, lho! Gejala umum yang pada bayi biasanya seperti tidak ingin menyusu, demam, muntah, dan kesulitan bernapas. Infeksi ini kerap terjadi ketika kehamilan trimester ketiga yang dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan, kelahiran prematur, dan kondisi lainnya yang mengancam keselamatan bayi.

Infeksi Zika

Infeksi Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus atau hubungan seksual. Gejala umum yang dirasakan seperti demam, sakit kepala, ruam, nyeri otot, nyeri sendi, dan mata merah. Infeksi Zika dapat menyebabkan keguguran, kompikasi selama kehamilan, kecatatan pada bayi, dan masalah kesehatan lainnya.

Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual menjadi infeksi yang banyak dialami oleh ibu hamil, lho! Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita. Ironinya, infeksi ini dapat ditularkan pada janin yang di kandung. Beberapa infeksi menular seksual yang banyak diderita oleh ibu hamil, yaitu:

  • Human papilloma virus (HPV)
  • HIV/AIDS
  • Sifilis
  • Trikomoniasis
  • Herpes genital
  • Infeksi klamidia
  • Gonore

Baca juga: Sindrom Menyalahkan Perempuan: Menyoroti Beban Tidak Adil

Tips mengatasi infeksi selama hamil

Infeksi yang terjadi selama hamil dapat membahayakan ibu dan janin yang dikandung. Tentu saja, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan ibu hamil dan janinnya. Eits, jangan khawatir dulu, ya! Kamu dapat menerapkan beberapa tips untuk mencegah infeksi selama hamil, lho!

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
  • Gunakan alat kontrasepsi selama berhubungan seksual.
  • Konsumsi makanan yang telah dimasak dan hindari makanan seperti daging mentah atau sayur mentah.
  • Mintalah pasangan atau orang terdekat untuk membersihkan kotoran hewan peliharaan.
  • Jauhi hewan pengerat seperti hamster.
  • Dapatkan vaksinisasi selama kehamilan di layanan kesehatan terdekat.
  • Lakukan tes untuk penyakit menular seperti hepatitis dan HIV/AIDS.
  • Hindari berbagi makanan atau peralatan dengan orang lain.
  • Hindari mengunjungi tempat terbuka yang kotor dan banyak nyamuk.
  • Konsultasikan tentang fifth disease atau infeksi lainnya kepada dokter anda untuk mendapatkan informasi yang tepat.

Sumber:

  • Centers for Disease Control and Prevention Team, 2022. “10 Tips for Preventing Infections Before and During Pregnancy”, dalam Centers for Disease Control and Prevention
  • Christina J. Megli & Carolyn B. Coyne, 2021. “Infections at the maternal–fetal interface: an overview of pathogenesis and defence”, dalam National Institutes of Health
  • Kristeen Cherney, 2016. “Infections in Pregnancy”, dalam healthline
  • National Institutes of Health Team, -. “What infections can affect pregnancy?”, dalam National Institutes of Health

infeksi ibu hamil, Infeksi selama kehamilan, kesehatan reproduksi

Artikel Lainnya

Gangguan menstruasi, Oligomenorea

Oligomenorea: Penyebab dan Gejala

Ibu Rumah Tangga, Kelompok Rentan Risiko HIVAIDS

Ibu Rumah Tangga, Kelompok Rentan Risiko HIV/AIDS

Vaginitis

Mengenal Vaginitis, Penyebab dan Pencegahannya 

Leave a Comment