Bincangperempuan.com- Para laki-laki, pernahkah kalian bingung harus bagaimana ketika pasangan sedang mengalami menstruasi? Sering kali, respons standar seperti “kamu udah minum air hangat?” malah membuat para perempuan kesal. Walaupun niatnya baik, perhatian yang terlalu umum malah jadi kurang empati jika tidak diiringi dengan pemahaman yang lebih dalam.
Menstruasi yang dialami perempuan bukan hanya soal darah dan nyeri perut. Ada perubahan hormon, sakit kepala, kram, badan lemas, hingga rasa nggak nyaman yang kadang sulit dijelaskan. Bahkan, gejalanya berbeda-beda setiap perempuan. Kram menstruasi bisa sangat menyakitkan, tapi tidak semua perempuan mengalami gejala mens yang sama. Ada yang bisa diredakan dengan obat pereda nyeri, tetapi juga ada yang memerlukan istirahat total.
Jadi, kalau kamu ingin membantu dan mendukung pasanganmu, merangkum dari berbagai sumber berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
Pahami Dulu Soal Menstruasi
Hal pertama yang harus kamu pahami adalah bukan pasanganmu yang “rewel”, melainkan hormon yang sedang bekerja dalam tubuhnya. Pasanganmu mungkin jadi mudah tersinggung dan cenderung lebih sensitif. Oleh karena itu, bersikaplah sabar dan kooperatif. Coba baca tanda-tanda yang bisa memicu kemarahannya atau menambah frustrasi agar kamu bisa menghindari hal tersebut sejak awal.
Meskipun terkadang perilakunya terasa lucu, jangan pernah bercanda atau menggodanya soal itu. Percayalah, kamu tidak akan ingin berada di posisinya. Sebagai pasangan, kamu harus memahami bahwa setiap bulan rahim perempuan mempersiapkan diri untuk kemungkinan kehamilan dengan menebalkan lapisan alaminya (endometrium) sebagai respons terhadap peningkatan hormon. Jika kehamilan tidak terjadi, kadar hormon turun dan memberi sinyal agar lapisan tersebut meluruh dan dikeluarkan sebagai darah melalui vagina. Proses ini diiringi perubahan hormon yang menyebabkan berbagai gejala fisik dan emosional
Dengarkan, Bukan Sekadar Memberi Saran
Kadang yang dibutuhkan perempuan saat menstruasi itu hanya didengarkan. Bukan disuruh minum air hangat, apalagi dinasehati. Karena kamu perlu selalu tahu harus bicara apa saat pasanganmu curhat, apalagi kalau kamu tidak merasakan apa yang sedang dia alami.
Jangan takut untuk mengakui kalau kamu tidak bisa benar-benar mengerti, tapi pastikan untuk menegaskan bahwa kamu ada untuknya dan kamu mencintainya. Selain itu, cara non-verbal seperti pelukan, atau genggaman tangan juga bisa menyampaikan dukungan lebih dari kata-kata. Kamu juga bisa membantu dengan tindakan seperti membelikan hadiah kecil, membantu pekerjaan rumah, agar dia bisa beristirahat dengan nyaman
Baca juga: Kenapa Menstruasi Bisa Bareng Sama Bestie?
Camilan Favorit Bisa Jadi Penyelamat Mood
Ketidakseimbangan hormon saat menstruasi sering menyebabkan perempuan mengalami keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu, baik manis maupun asin. Memberikan camilan favorit pasanganmu bukan hanya menyenangkan lidahnya, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu peduli dan memahami kebutuhannya. Namun, pastikan dulu apa yang dia inginkan, jangan sampai salah membeli camilan favoritnya.
Tanya, “Kamu Punya Pembalut Cukup?”
Jangan merasa jijik atau canggung saat pasanganmu sedang menstruasi, termasuk saat melihat noda menstruasi atau sekadar menyadari bahwa dia sedang berdarah. Tidak ada yang namanya darah “kotor”. Menstruasi adalah proses biologis penting dalam siklus reproduksi perempuan.
Kamu bisa mengambil inisiatif untuk bertanya apakah dia punya pembalut yang cukup. Kelihatan sepele, tapi perhatian kecil ini bisa berarti besar. Jangan tunggu dia minta. Kalau kamu tahu dia mulai menstruasi, tanyakan dengan tenang dan tawarkan untuk beli kalau stoknya habis, atau sedang tidak membawa pembalut di tempat umum. Ini menunjukkan empati dan membuktikan bahwa kamu tidak canggung dengan topik menstruasi—dan itu keren.
Lihat Ekspresinya, Tanyakan Rasa Sakitnya
Pernah lihat konten alat simulasi nyeri menstruasi yang dicobakan ke laki-laki? Banyak dari mereka meringis kesakitan. Tapi ketika dicoba ke perempuan, mereka justru bisa tertawa. Ini menunjukkan kalau rasa sakit menstruasi bukan hal sepele—dan belum tentu bisa ditahan oleh laki-laki.
Kalau kamu melihat pasanganmu meringis atau rebahan sambil memegang perut, jangan anggap itu biasa. Tawarkan obat pereda nyeri, bantu dia istirahat. Jika sakitnya terasa lebih parah dari biasanya, jangan ragu untuk mengajaknya ke dokter. Kadang perempuan lebih memilih diam sembari menahan rasa sakit, karena merasa tidak didengar.
Ajak ke Dokter Saat Gejalanya Tidak Normal
Siklus perempuan normal umumnya mengalami menstruasi dua hingga tujuh hari. Dengan siklus normal sekitar 21 sampai dengan 35 hari sekali. Dengan lama menstruasi sekitar dua sampai dengan tujuh hari.
Namun beberapa perempuan mengalami siklus yang tidak normal, bahkan gejala seperti nyeri ekstrem, perdarahan berat. Kalau dia cerita soal itu, jangan anggap remeh. Tawarkan untuk menemaninya ke dokter atau klinik. Bukan karena kamu bisa menyelesaikan masalahnya, tapi karena kamu peduli dan hadir untuknya.
Baca juga: Minum Es Saat Menstruasi Bikin Darah Beku, Mitos atau Fakta?
Paham Menstruasi Bukan Hanya Tugas Perempuan
Di konstruksi sosial yang masih patriarki, menstruasi masih sering ditabukan dan dipandang kotor . Padahal, kita semua lahir dari rahim seorang perempuan yang juga manusia. Menstruasi justru kekuatan vital yang tak tergantikan dalam proses reproduksi manusia yang patut kita hargai bersama.
Dan beban biologis yang berat tersebut sebaiknya dibangun atas dasar saling pengertian dan kesetaraan. Jangan sampai karena kamu tidak mengalami gejala biologis yang sama, empati dan perhatianmu menjadi hilang. Yuk, jadi laki-laki keren yang paham peran setara dalam hubungan, termasuk ketika pasangan sedang menstruasi.
Referensi:
- Mega We Care. (2023). What should men know about periods? Diakses dari https://www.megawecare.com/good-health-by-yourself/menstrual-health/what-should-men-know-about-periods
- Verywell Mind. (2023). How to provide emotional support for your partner. Diakses dari https://www.verywellmind.com/how-to-provide-emotional-support-for-your-partner-7505967
- Times of India. (2011). What women expect from men during menses. Diakses dari https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/relationships/love-sex/what-women-expect-from-men-during-menses/articleshow/9065712.cms
