Home » News » Hal yang Harus Kamu Ketahui Ketika Memilih Childfree 

Hal yang Harus Kamu Ketahui Ketika Memilih Childfree 

Yuni Camelia Putri

News

Childfree by Choice

Bincangperempuan.com- Fenomena childfree telah berkembang sejak perang dunia berlangsung. Fenomena ini dianggap kontroversial bagi kebanyakan orang karena mengacu kepada keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak di sepanjang hidupnya. Di masa perang dunia, childfree dilakukan karena tingginya tingkat kemiskinan, ketidaksuburan, gizi yang buruk, hingga penyakit.

Lantas, bagaimana perkembangan childfree di Indonesia? Istilah childfree mulai populer di Indonesia ketika seorang influencer Gita Savitri Devi menyampaikan pada pengikutnya di media sosial tentang keputusannya untuk childfree. Tentu saja, keputusan Gita dikecam oleh masyarakat Indonesia karena dinilai tidak sesuai dengan stigma masyarakat. 

Seperti yang kita ketahui, masyarakat kerap melekatkan perempuan dengan dengan kesuburan dan keibuan sehingga keputusan untuk childfree dianggap egois. Padahal perkara memutuskan untuk childfree adalah keputusan bersama pasangan, tidak hanya perempuan saja. 

Selain itu, kamu yang memilih untuk childfree tentu kerap mendapatkan pertanyaan “Siapa yang akan merawatmu di masa tua?”. Pertanyaan ini seakan melupakan fakta bahwa memiliki anak bukanlah jaminan di masa tua. Tentu saja, anak memiliki hak untuk memutuskan jalan hidupnya termasuk merawat orang tua di masa tua. 

Nah sekarang, apakah childfree membuat perempuan lebih bahagia? Jawabannya adalah iya. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Jean M. Twenge, W, Keith Campbell dan Craig A. Foster yang menemukan bahwa setiap perempuan yang memutuskan untuk childfree memiliki kehidupan pernikahan yang lebih bahagia. Tak hanya itu, kebanyakan perempuan yang memilih untuk childfree telah memiliki jaminan hidup yang lebih kompeten di masa tua.

Hal yang perlu diingat adalah keputusan pasangan untuk childfree telah dipertimbangkan dengan matang. Setelah memahami childfree, kamu tentu penasaran dengan keuntungan memilih untuk childfree, bukan? Yuk intip apa saja keuntungan memilih untuk childfree!

Baca juga: Film Sleep Call: Jerat Perempuan dalam Kemajuan Teknologi

Keuntungan memilih untuk childfree

Meski menuai banyak kontroversi, childfree memberikan kebebasan bagi pasangan terutama perempuan untuk menjalani kehidupannya. Childfree memungkinkan perempuan memiliki lebih banyak energi dan waktu untuk mengembangkan dirinya, mengejar mimpi, atau merencana kehidupan sesuai keinginannya. 

Bagi mereka yang memilih untuk hidup tanpa memiliki anak, kehidupan yang dijalani dirasa lebih bahagia karena terhindar dari stres saat mengasuh. Selain itu, kehidupan pernikahan dirasa lebih bahagia karena minimnya konflik terkait pengasuhan anak

Nah selain keuntungan tersebut, yuk intip keuntungan childfree lainnya!

  • Memiliki banyak waktu untuk diri sendiri

Perempuan yang memilih untuk childfree memiliki banyak waktu untuk diri sendiri, lho! Hal ini karena kamu tidak perlu memikirkan si kecil yang terjatuh atau terluka ketika berlari. 

Kamu dapat pergi ke salon atau sekadar membaca buku di taman untuk menghibur dirimu. Alih-alih terburu-buru menyiapkan peralatan sekolah si kecil, kamu bisa meluangkan waktumu untuk melakukan yoga atau lari di pagi hari. 

Selain itu, kamu bisa memprioritaskan kesehatanmu dengan memasak makanan sehat atau mengunjungi dokter untuk mengecek kesehatanmu. So, kamu bisa manfaatkan banyak waktu luangmu untuk hal yang kamu sukai lho, B-Pers!

  • Kebebasan Finansial

Kamu tentu sadar jika memiliki anak membutuhkan biaya yang besar. Sebagai orang tua, kamu memiliki kewajiban untuk membelikan pakaian, pendidikan, dan kebutuhan lainnya kepada si kecil. 

Ketika kamu memilih untuk childfree, kamu dapat menginvestasikan penghasilanmu ke hal-hal yang diinginkan. Tak hanya itu, kamu dan pasanganmu juga dapat membantu orang di sekitarmu jika diinginkan.

  • Menjaga Kesehatan Mental

Kebanyakan perempuan mengalami stres ketika memiliki anak. Stres ini dapat muncul dari masa kehamilan, kelahiran, dan pertumbuhan si kecil. Biasanya, stres muncul karena rasa frustasi atau kaget yang disebabkan oleh ketidaksepian mental ketika memiliki anak. 

Hal ini juga didukung dengan jarangnya pasangan mau berbagi peran dan menghadapi bersama-sama hal-hal baru yang dialami perempuan ketika baru memiliki anak. 

Baca juga: Misogini dan Bagaimana Cara Melawannya

Atas dasar inilah, childfree dapat menghindarimu dari stres ketika memiliki anak sehingga kamu dapat memprioritaskan kesehatan mental. Kamu dapat meningkatkan kesehatan mentalmu dengan fokus terhadap diri sendiri dan melakukan hobi yang diinginkan.

  • Lebih fokus dengan karier

Childfree memungkinkan perempuan dapat fokus untuk meningkatkan karier. Hal ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa mereka tidak perlu cuti kerja atau khawatir dengan kondisi anak di rumah. Keuntungan ini memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mempercepat perkembangan kariernya. 

  • Meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan

Kamu pasti pernah menemukan pasangan yang tetap bertahan karena anaknya. Selain menyiksa, alasan ini terdengar egois terhadap diri sendiri, pasangan, hingga anak.

Ketika kamu memilih untuk childfree, kamu dapat memastikan keputusan untuk bertahan atau mengakhiri hubungan dengan pasanganmu. Dalam kondisi ini, kamu tidak perlu menjadikan anak sebagai alasan untuk bertahan di hubungan yang toxic. Jika kamu memilih untuk bertahan, kamu dapat memastikan hal ini didasari oleh keputusan bersama untuk mengembangkan hubungan yang lebih sehat.

  • Meningkatkan kesempatan untuk bepergian ke destinasi baru

Ketika kamu memiliki anak, kamu tidak dapat bepergian dengan leluasa. Alih-alih bepergian, kamu harus mempertimbang untuk menyesuaikannya dengan kondisi keuangan, jadwal sekolah si kecil, dan kesehatan seluruh anggota keluarga. 

Nah, childfree memberikan kamu kebebasan untuk bepergian ke berbagai destinasi baru tanpa harus mempertimbangkan kondisi seseorang. Selain itu, kamu dapat bepergian ke destinasi ekstrem seperti pegununan atau tebing yang curam. Terakhir, kamu tidak perlu pusing mencari penitipan anak lagi lho, B-pers!

Sumber:

  • Jean M. Twenge, W. Keith Campbell and Craig A. Foster, 2003. “Parenthood and Marital Satisfaction: A MetapAnalytic Review”, dalam Journal of Marriage and Family
  • Sanjukta Das, 2022. “Childfree By Choice – 15 Awesome Reasons Not To Have Kids”, dalam BONOBOLOGY
  • Voluntarily Childfree Team, 2023. “7 Benefits Of Being Childfree”, dalam Voluntarily Childfree

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Artikel Lainnya

Suara.com dan Core Indonesia Siap Gelar Youth Economic Summit 2024

Komi Kendy, Ketua AMSI Wilayah Perempuan Pertama di Indonesia

Invisible Hopes, Anak-anak yang Lahir, Hidup dan Menjadi Korban Terselubung Dibalik Jeruji

Leave a Comment