Home » News » Konstruksi Patriarki Terhadap Financial Insecurity Perempuan

Konstruksi Patriarki Terhadap Financial Insecurity Perempuan

Bincang Perempuan

News

Bincangperempuan.comFinancial insecurity bagi perempuan menjadi realitas yang tidak bisa diabaikan. Ini tidak lepas dari konstruksi patriarki yang mengakar dalam struktur sosial. Patriarki tidak hanya menciptakan ketidaksetaraan dalam hubungan dan keputusan, tetapi juga menyumbang pada ketidaksetaraan finansial yang dialami oleh banyak perempuan.

Salah satu dampak utama dari konstruksi patriarki adalah keterbatasan akses perempuan terhadap pendidikan. Tradisi yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin keluarga seringkali mengabaikan pendidikan perempuan. Hal ini membuat perempuan kurang mempersiapkan diri untuk pasar kerja. Akibatnya menciptakan ketidaksetaraan dalam peluang pekerjaan dan kesempatan untuk menghasilkan pendapatan yang stabil.

Pembagian kerja yang tidak adil

Konstruksi patriarki juga tercermin dalam pembagian kerja yang tidak adil di dalam rumah tangga. Beban kerja domestik seringkali jatuh pada pundak perempuan tanpa diimbangi dengan pengakuan atau kompensasi finansial yang setara. Sebagai hasilnya, perempuan seringkali terjebak dalam siklus pekerjaan tidak terbayar yang membuat sulit bagi mereka untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik.

Baca juga: Khatijah dan Kartini, Perempuan yang Luput dari Cerita Konservasi

Kesulitan mendapatkan pekerjaan setara

Ketidaksetaraan gender di tempat kerja juga menjadi hambatan besar bagi upaya perempuan untuk mencapai keamanan finansial. Diskriminasi gender dalam proses perekrutan dan ketidaksetaraan dalam gaji antara laki-laki dan perempuan adalah masalah-masalah yang masih merajalela.

Inilah yang membuat perempuan sulit untuk mendapatkan pekerjaan setara dengan kemampuan dan kualifikasinya, menyebabkan financial insecurity yang lebih besar.

Keterbatasan akses ke keuangan

Perempuan juga seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses ke sumber daya keuangan yang diperlukan untuk memulai atau mengembangkan usaha. Bank dan lembaga keuangan seringkali memberlakukan persyaratan yang tidak proporsional atau kurang mendukung bagi perempuan, menghambat kemampuan mereka untuk mandiri secara finansial melalui usaha kecil atau bisnis rumahan.

Baca juga: Rida Nurdin; Pengabdian Seorang Pengacara

Norma sosial dan stigma terhadap perempuan yang mandiri finansial

Norma sosial yang masih melekat dalam masyarakat juga dapat menjadi penghambat bagi perempuan yang mencoba untuk mandiri secara finansial. Terkadang, perempuan yang ambisius dan mandiri finansial dianggap sebagai pelanggar norma gender tradisional, sehingga mereka mungkin mengalami stigmatisasi atau tekanan sosial yang membuat sulit untuk mengejar karier atau usaha sendiri.

Penting untuk memahami bahwa konstruksi patriarki telah menjadi salah satu pemicu utama ketidaksetaraan finansial bagi perempuan. Mengatasi keterbatasan akses pendidikan, mengubah pembagian kerja yang tidak adil, memerangi diskriminasi gender di tempat kerja, dan meningkatkan akses perempuan ke sumber daya keuangan, dapat membangun masyarakat yang lebih adil dan mendukung perempuan dalam mencapai keamanan finansial mereka.(**)

Financial Insecurity Perempuan, gerakan perempuan, Stigma perempuan mandiri finansial

Artikel Lainnya

Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti: Ketamakan dan Keserakahan Manusia Terhadap Kerusakan Lingkungan

WomenUnlimited, Saatnya Mengakhiri #Malepanel

Love Scamming, Modus dan Cara Menghindarinya

Love Scamming,Modus dan Cara Menghindarinya

1 Comments

  1. ini merupakan sebuah artikel yang sangat menarik untuk didiskusikan dan juga diperbincangkan, karena pada masa ini banyak sekali orang-orang yang berkoar akan emansipasi tetapi secara tidak sadar mereka tidak melakukannya. banyak bukti bahwa ermansipasi atau kesetaraan gender belum terimplikasikan dalam berbagai sektor. dengan adanya artikel ini diharapkan banyak masyarakat yang sadar akan arti dan juga pengaplikasikan emansipasi.

    Reply

Leave a Comment