Pemanfaatan Limbah Tahu sebagai Nutrisi Tanaman Ramah Lingkungan dan Pangan Olahan

Oleh Helfi Eka Saputra, SP., M.Si dan Umi Salamah, SP., M.Si*

SIAPA yang tidak kenal dengan Tahu? Pasti semua orang mengenal sahabat karib dari Tempe ini. Ya, Tahu yang dimaksud adalah produk olahan makanan dari kedelai. Tahu banyak digemari di semua strata baik masyarakat bawah hingga lapisan atas. Semua orang pasti sudah menikmati Tahu dengan berbagai olahan masyarakat yang kreatif. Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah dari semua penikmat Tahu pernah memanfaatkan hasil sampingan dari produk Tahu berupa limbah tahu? Sebagian orang akan memandang sebelah mata dari sesuatu yang berlabel limbah. Namun limbah Tahu menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan akademisi di lingkungan Universitas Bengkulu. Didukung oleh Lembaga Penelitian dan Penagbdian Masyarakat Universitas Bengkulu (LPPM-UNIB), tim dosen yang terdiri dari Helfi Eka Saputra, SP., M.Si sebagai ketua bersama Umi Salamah, SP., M.Si  melaksanakan pengabdian pada masyarakat tentang Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Inisiasi Pembuatan Sumber Nutrisi Tanaman Yang Ramah Lingkungan dan Pangan Olahan di Kabupaten Rejang Lebong tepatnya di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Curup Timur.

Saat ini tercatat sudah ada tujuh industri Tahu yang beroperasional di Kelurahan Sidorejo. Tempat ini merupakan sentral produksi Tahu di Kabupaten Rejang Lebong. Aktivitas produksi Tahu yang dilakukan oleh produsen Tahu menghasilkan limbah industri. Limbah yang dihasilkan dari Tahu berupa cairan dan padatan. Limbah cair tahu merupakan limbah dari pembuatan tahu yang produknya tidak menggumpal dan tidak mengendap. Sedangkan limbah padatan berasal dari ampas Tahu. Limbah cair dan padat ini menimbulkan polusi lingkungan berupa bau yang sangat busuk di sekitaran kelurahan Sambirejo.

Masyarakat yang memproduksi tahu membuang limbah cair di selokan yang merupakan fasilitas umum. Hal ini mengakibatkan keresahan di masyarakat sekitar. Permasalahan limbah tahu yang ada di Kelurahan Sidorejo dapat diatasi dengan memanfaatkan dan mengolah limbah tersebut menjadi produk siap pakai dan siap jual sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Limbah tahu akan diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC), Pupuk kompos dan olahan makanan berupa nugget.

Pengolahan Limbah Cair Tahu Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)

PENGOLAHAN : Proses pengolahan limbah Tahu menjadi sumber nutrisi tanaman ramah lingkungan. (foto : dok/pribadi)

Bahan utama POC adalah limbah cair tahu. Selanjutnya bahan-bahan tambahan yang diberikan adalah bahan yang mengandung zat tumbuh tanaman sehingga memperkaya kandungan nutrisi untuk tanaman. Bahan-bahan tambahan tersebut adalah air kelapa dan air cucian beras. Selain dua tambahan itu, juga ditambah daun-daunan. Daun-daun yang digunakan adalah limbah dapur atau limbah pasar. Pembuatan POC diawali dengan mencacah daun-daun limbah dapur atau pasar menjadi ukuran yang lebih kecil. Selanjutnya dekomposer yang digunakan berupa botol EM-4 dilarutkan ke dalam ember volume 5 liter kemudian ditambahkan air larutan gula yang bertujuan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang ada pada EM-4. Selanjutnya semua bahan yang dipakai dicampur menjadi satu dan diaduk merata di dalam ember yang sudah disediakan.

Pengolahan Limbah Padat Menjadi Pupuk Kompos

Pembuatan kompos tahu berasal limbah padat industri tahu. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menjemur terlebih dahulu limbah padat tahu dibawah sinar matahari (apabila limbah padat banyak mengandung air). Selanjutnya ada dua dekomposer yang digunakan yaitu EM-4 dan vermikompos. Sebagai tambahan unsur nitrogen pada kompos tahu maka perlu juga ditambahkan dengan daun-daun dari limbah dapur atau limbah pasar yang diiris atau dicacah supaya menjadi lebih kecil ukurannya.

Aplikasi pembuatan kompos tahu diawali dengan mencapur limbah padat tahu bersama daun-daun yang sudah dicacah dan vermikompos. Ketiga bahan dalam bentuk padat ini diaduk menggunakan cangkul hingga merata. Tambahkan larutan EM-4 yang dicampur terlebih dahulu dengan air gula. Kemudian setelah semua bahan yang tercampur merata tersebut ditutup rapat dengan terpal sehingga kondisi yang terjadi adalah anaerob. Proses pengomposan dalam komdisi anaerob dilakukan agar aktivitas mikroorganisme dapat berjalan secara cepat dan tidak terkontaminasi dengan mikroba yang tidak dikehendaki sehingga pengomposan dapat berjalan maksimal agar kompos dapat segera dipanen.

Pembuatan nugget dari limbah padat tahu ternyata adalah hal baru yang dilakukan oleh masyarakat di kelurahan Sidorejo. Masyarakat sudah pernah membuat nugget tetapi bukan dari bahan limbah padat tahu sehingga antusiasme masyarakat tergolong cukup tinggi saat praktek langsung membuat nugget ampas tahu. Bahan yang digunakan adalah limbah padat tahu, protein hewani, tepung panir, minyak goreng, tepung beras, telur, bumbu halus, bawang merah, bawang putih, merica bubuk, garam dan penyedap. Semua bahan dihaluskan ditambah dengan bumbu yang sudah ditumbuk halus. Selanjutnya diletakkan ke dalam wadah dan dikukus dengan dandang. Setelah 30 menit nugget diangkat dan dinginkan. Jika sudah siap, maka bentuk nugget sesuai selera baik dipotong kotak atau persegi panjang. Tuang tepung panir di piring, lalu ambil 1 adonan lumuri dengan tepung panir sambil sedikit di tekan tekan. Goreng ke dalam minyak panas dengan api sedang sampai kekuningan. Setelah matang nugget siap dinikmati. Nugget limbah tahu menjadi bahan tambahan nugget sehingga hasil dari olahan nugget menjadi lebih banyak.

Baca juga : Optimalisasi BUMDes dalam Destination Branding Potensi Wisata Air Terjun Hello Kitty di Kecamatan Selupu Rejang

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan desa Sambirejo memanfaatkan limbah Tahu menjadi produk bernilai ekonomis. Sehingga olahan limbah tahu dapat didayagunakan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat seperti produk utama yaitu Tahu. (**)

Penulis adalah dosen Jurusan agriculture, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

2 thoughts on “Pemanfaatan Limbah Tahu sebagai Nutrisi Tanaman Ramah Lingkungan dan Pangan Olahan”

Leave a Comment