Home » News » Pentingnya Pendidikan bagi Perempuan Desa  

Pentingnya Pendidikan bagi Perempuan Desa  

Yuni Camelia Putri

News

Bincangperempuan.com- Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Di tahun 2022, IPG mencapai 76,59% atau tumbuh 0,33% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pemberdayaan gender di Indonesia mulai mengalami perubahan yang signifikan. Lantas, apakah hal ini menandakan bahwa kesetaraan gender di Indonesia telah tercapai? 

Ironinya, data tersebut berbanding terbalik bila dilihat dari aspek pendidikan bagi perempuan desa. Di pedesaan, perempuan tidak mendapatkan pendidikan yang layak karena keterbatasan akses hingga permasalahan ekonomi. Kesenjangan inilah yang akan mendorong permasalahan lainnya seperti upah yang rendah dan diskriminasi selama kerja. Perlu diketahui, upah rata-rata per jam yang diterima oleh perempuan hanya Rp 17.848,00 saja dengan kesempatan kerja formal yang terbatas.

Ketimpangan pendidikan bagi perempuan desa menjadi isu yang tak kunjung terselesaikan. Infrastruktur yang tidak memadai dan anggapan bahwa perempuan hanya pantas di dapur menjadi penyebab sulitnya perempuan desa mendapatkan pendidikan yang layak. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara masyarakat dan pemerintah untuk memastikan bahwa perempuan desa dapat menempuh pendidikan yang layak.

Baca juga: Perempuan dan Fenomena Glass Ceiling di Dunia Kerja  

Pendidikan: kunci pemberdayaan perempuan desa

Jika bertanya tentang bagaimana memajukan sebuah desa, maka berdayakan dulu perempuannya. Yups, tak akan ada habisnya jika membahas tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan. Perempuan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan kemajuan bangsa di masa mendatang. Atas dasar inilah, penting untuk memberikan pendidikan yang layak bagi perempuan di pedesaan.

Kemudahan dalam mengakses pendidikan dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kualitas masyarakat, lingkungan, dan negara. Pendidikan hadir sebagai upaya untuk memberdayakan perempuan dengan membuka dan memberikan perspektif baru bagi untuk melihat dunia.

Psikolog dan Direktur Personal Growth, Ratih Ibrahim mengatakan bahwa pendidikan dapat mendorong perempuan untuk memiliki karakter yang kuat. Menurutnya, pendidikan yang diberikan kepada perempuan akan menumbuhkan rasa percaya diri yang didapatkan melalui pengetahuan dan keahlian dari pendidikan yang diperoleh.

Dalam pembangunan desa misalnya, dibutuhkan kehadiran perempuan untuk menyuarakan permasalahan yang dirasakan oleh perempuan desa lainnya. Hal ini tentu sangat diperlukan mengingat fakta bahwa hak mereka kerap dikesampingkan dengan berbagai alasan. Lantas, bagaimana mereka dapat bersuara jika ketimpangan pendidikan masih terjadi?

Baca juga: Empat Kursi DPR RI Dapil Bengkulu Diraih Perempuan

Dampak Positif Pendidikan bagi Perempuan Desa

Jika membahas tentang pendidikan bagi perempuan desa, kamu akan terkejut dengan dampak yang dihasilkannya. Ya, perempuan adalah tangga pertama untuk menciptakan generasi emas dan kemajuan di suatu negara. Pendidikan bagi perempuan desa menjadi hal penting untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Beberapa dampak positif yang dihasilkan seperti: 

  • Mendorong pembangunan yang berkelanjutan

Pendidikan bagi perempuan desa menjadi hal penting untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Pendidikan menjadi sarana bagi perempuan desa untuk memperoleh pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Memberikan akses pendidikan yang layak bagi perempuan desa dapat mendorong mereka menjadi agen perubahan yang berdampak positif di berbagai aspek pembangunan. Pendidikan bagi perempuan desa dapat membantu untuk mengurangi kesenjangan gender dan mendorong mereka untuk mengambil keputusan di tingkat lokal hingga nasional.

  • Mendukung kesempatan yang setara

Mendukung kesempatan yang setara melalui pendidikan bagi perempuan desa merupakan salah satu langkah krusial untuk membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Pendidikan memberikan akses kepada perempuan desa untuk mengembangkan kemampuan mereka secara penuh sebagai upaya dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan politik.

Pendidikan yang berkualitas bagi perempuan desa dapat mengubah pemahaman mereka tentang meraih keserataan di kehidupan. Kesetaraan akses pendidikan bagi perempuan desa dinilai telah menyadarkan mereka untuk memahami pentingnya kesehatan, gizi, dan pola hidup sehat untuk disebarkan ke lingkungan sekitarnya.

  • Menurunkan angka perkawinan anak

Perkawinan anak menjadi permasalahan yang kerap terjadi di pedesaan. Salah satu upaya untuk menangani hal ini adalah memberikan akses pendidikan bagi perempuan desa untuk melindungi hak-hak anak dan meningkatkan kesejahteraan perempuan.

Pendidikan bagi perempuan desa menjadi dasar untuk mandiri secara ekonomi, dapat mengontrol keputusan hidupnya, dan menyadari pentingnya untuk menikah di usia matang. Selain itu, perempuan desa yang mendapatkan akses pendidikan memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang kesehatan reproduksi, hak-haknya sebagai individu hingga dampak negatif dari perkawinan anak. Dengan demikian, pendidikan membantu perempuan desa untuk menghindari perkawinan anak, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan para perempuan.

Pada akhirnya, pendidikan bagi perempuan desa merupakan upaya terbaik dalam memberdayakan mereka. Tentu saja, kita melihat jika masih banyak perempuan desa yang berhenti sekolah karena keterbatasan biaya, dipaksa menikah, atau kurangnya keinginan untuk menempuh pendidikan. Hal inilah yang mendorong perempuan mengalami kemiskinan, kekerasan, dan tidak dapat memperjuangkan hak-hak seperti perlindungan, kesehatan, mendapatkan upah yang layak, dll.

Sumber:

  • Admindesa, 2023. “Meningkatkan Akses Perempuan terhadap Pendidikan di Desa”, dalam Bhuana Jaya
  • Andriana Lisnasari, 2023. “Pendidikan bagi perempuan di pedesaan masih sangat rendah dan timpang – bagaimana solusinya?”, dalam The Conversation

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

akses pendidikan perempuan, gerakan perempuan, perempuan desa

Artikel Lainnya

Publishers Rights Dorong Ekosistem Bisnis Media Lebih Baik

Perempuan dan Beban Kontrasepsi

Anakku Bukan Pelaku Klitih

Leave a Comment