Relationship Weight: Alasan Kenapa Jatuh Cinta Bikin Badan Makin Berisi

Ais Fahira

News

Bincangperempuan.com- Kamu dan si dia sudah berjalan setahun dalam hubungan pacaran. Tak hanya perubahan suasana hati yang dulunya menggebu-gebu kini menjadi lebih stabil, tetapi ternyata timbangan berat badan juga ikutan berubah, nih. Banyak yang bilang kalau hubungan dengan pasangan sehat atau bersama orang yang tepat itu memengaruhi nafsu makan. 

Ketika seseorang bahagia, bawaannya jadi lebih segar dan doyan makan, jadinya ketika dia lebih bahagia, porsi makannya makin banyak sampai-sampai angka timbangan ikut melambung. Fenomena unik ini ternyata bukan sekadar mitos belaka, karena berbagai riset ilmiah sudah membuktikan kalau hal ini nyata terjadi!

Baca juga: Ketika Parasocial Relationship Jadi Pedang Bermata Dua

Mengenal Relationship Happy Weight, Apa Kata Riset?

Di dunia psikologi dan kesehatan, fenomena ini sering disebut sebagai “happy weight” atau relationship weight gain. Sederhananya, happy weight adalah kenaikan berat badan yang sering kali dialami seseorang ketika mereka bertransisi dari masa jomblo menuju hubungan jangka panjang yang serius atau jenjang pernikahan.

​Ketika kamu mulai merasa nyaman dan aman dengan seseorang, kebiasaan hidupmu perlahan akan bergeser mengikuti ritme bersama pasangan. Kenaikan berat badan ini biasanya dipicu oleh pelonggaran kebiasaan sehat, perubahan rutinitas harian, serta banyaknya aktivitas bersama yang tanpa sadar menimbun kalori. Contoh paling gampang adalah seringnya agenda makan malam di restoran kuliner atau menghabiskan akhir pekan dengan rebahan seharian sambil nonton serial favorit.

​Riset ilmiah membuktikan kalau fenomena hubungan asmara ini berhubungan dengan indeks massa tubuh (BMI). Orang-orang yang status hubungannya berubah dari jomblo menjadi tinggal bersama atau menikah memiliki kecenderungan yang jauh lebih tinggi untuk mengalami obesitas dibandingkan mereka yang statusnya masih sekadar berpacaran biasa. Hal ini terjadi karena lingkungan rumah tangga yang ditinggali bersama menciptakan kebiasaan harian yang saling memengaruhi satu sama lain.

​Tak hanya itu, penelitian lainnya yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, meneliti jaringan sosial sebanyak 12.067 orang selama rentang waktu 32 tahun. Salah satu temuannya menunjukkan: jika salah satu pasangan mengalami obesitas, maka peluang pasangannya untuk ikut mengalami obesitas akan meningkat drastis sebesar 37%! Studi ini menegaskan kalau penumpukan berat badan bisa menular melalui ikatan sosial yang sangat dekat. Jadi, kalau pasanganmu punya hobi makan atau malas gerak, secara tidak langsung pola hidupmu juga akan ikut terbentuk seperti itu.

Mengapa Berat Badan Kita Naik Saat Menjalani Hubungan?

​Lantas, apa saja sih faktor utama yang bikin berat badan kita mendadak melonjak naik semenjak punya pacar atau menikah? Berdasarkan data kesehatan, ada beberapa penyebab utama yang sangat masuk akal di balik munculnya happy weight ini:

  • Kencan Sering Berpusat pada Makanan (Dining Out): Coba diingat-ingat lagi, seberapa sering kamu dan pasangan merencanakan kencan di tempat makan? Mulai dari makan malam romantis, berburu kafe estetik, sampai memesan martabak manis lewat aplikasi online di malam hari. 
  • ​Konsumsi Minuman Berkalori Tinggi yang Meningkat: Momen berkumpul bareng kekasih biasanya ditemani oleh aneka minuman manis, kopi susu kekinian, boba, atau bahkan alkohol saat merayakan hari jadi (anniversary). Secara ilmiah, konsumsi minuman manis atau beralkohol bisa memicu peningkatan nafsu makan, sehingga membuat kamu makan lebih banyak dari yang seharusnya.
  • Perubahan Jadwal dan Prioritas Harian: Saat masih melajang, kamu punya kendali penuh atas 24 jam waktumu untuk berolahraga, melakukan persiapan makanan sehat (meal prep), atau pergi ke tempat gym. Namun, ketika mulai serius berpacaran, prioritas waktumu akan terbagi untuk dihabiskan bersama si dia. Waktu yang tadinya dipakai untuk membakar kalori kini berubah menjadi waktu santai untuk mengobrol bersama pasangan.
  • Meniru Kebiasaan Buruk Pasangan (Mirroring Habits): Semakin lama kamu menghabiskan waktu bersama seseorang, kamu akan mulai mencerminkan atau meniru kebiasaan mereka. Kalau pasanganmu punya kebiasaan buruk seperti suka ngemil tengah malam sambil bermain video game atau menonton TV, lambat laun kamu juga akan ikut mengambil stoples camilan tersebut dan mengunyah bersamanya.
  • Meningkatnya Gaya Hidup Sedentari (Kurang Gerak): Pacaran tidak selalu diisi dengan kegiatan luar ruangan yang melelahkan. Malahan momen terbaik di akhir pekan justru dihabiskan dengan cara bermalas-malasan di kasur, nonton bioskop, atau marathon film seharian. Aktivitas kurang bergerak inilah yang menjadi pemicu utama kalori tidak terbakar dengan optimal.
  • ​Efek Psikologis Mating Market Model: Riset menunjukkan bahwa orang-orang yang masih berada di “pasar jodoh” alias jomblo cenderung berupaya keras menjaga penampilan fisik mereka agar tetap menarik dan langsing demi memikat calon pasangan. Tetapi, saat sudah menemukan pasangan yang tepat, merasa aman, dan yakin bahwa hubungan tersebut stabil, keinginan untuk tampil selalu sempurna secara fisik akan menurun. Studi bahkan menemukan fakta unik: semakin bahagia dirimu dalam hubungan asmara, semakin besar pula kemungkinan berat badanmu akan bertambah. Sebaliknya, orang yang keluar dari hubungan pernikahan justru cenderung mengalami penurunan berat badan.

Baca juga: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Hubungan Toksik? Mengenal Trauma Bonding

Tanda Hubungan Sehat, Tapi Jangan Lupa Jaga Diri!

​Pada akhirnya, kita bisa melihat bahwa fenomena happy weight ini sebenarnya adalah hal yang sangat wajar dan sehat secara emosional. Kenaikan berat badan ini menunjukkan rasa aman, kenyamanan psikologis, serta kebahagiaan yang kamu rasakan bersama pasangan tanpa perlu merasa tertekan untuk selalu terlihat sempurna di matanya. Jadi, kamu tidak perlu merasa minder atau bersalah jika mendapati lingkar pinggangmu sedikit bertambah setelah setahun pacaran. Itu adalah bukti nyata kalau kamu sedang dicintai dengan baik dan berada di hubungan yang tepat!

​Namun, meskipun ini adalah tanda kebahagiaan yang sehat, kamu dan pasangan tetap harus bijak dalam menjaga diri. Jangan sampai rasa nyaman ini kebablasan hingga berubah menjadi obesitas yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang. Akan jauh lebih baik jika kebahagiaan asmara ini diiringi dengan komitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat bersama.  

Referensi:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Teras

Artikel Lainnya

Bradrona Fence

Kisah Bradrona Fence, dari Iseng Jadi Solidaritas Perempuan

Sampah Menstruasi Darurat yang Tak Pernah Jadi Prioritas

Sampah Menstruasi: Darurat yang Tak Pernah Jadi Prioritas

Ketika Kuasa Pasangan Mengancam Nyawa

Ketika Kuasa Pasangan Mengancam Nyawa

Leave a Comment