Bincangperempuan.com- Setelah sukses dengan rangkaian sebelumnya, She Grows Series kembali hadir dengan edisi ke-4 bertajuk Workshop Zine: Buat Kamu yang Lagi Belajar Nerima Diri, Pelan-Pelan Tapi Nggak Sendirian. Acara ini menghadirkan suasana intim, kreatif, dan penuh dukungan, bersama fasilitator Retno Wahyuningtyas, seorang pegiat seni dan penulis yang dikenal dengan karya-karya reflektifnya.
Zine sebagai Medium Ekspresi Diri
Workshop ini mengajak peserta untuk membuat zine—majalah mini yang lahir dari kreativitas personal. Zine dipilih sebagai medium karena sifatnya yang bebas, sederhana, dan personal, sehingga cocok untuk menyalurkan perasaan, pikiran, maupun pengalaman tentang proses menerima diri.
Retno Wahyuningtyas menekankan bahwa zine bukan sekadar karya seni, melainkan ruang aman untuk menuliskan dan menggambar hal-hal yang sering sulit diungkapkan.
“Belajar nerima diri itu proses panjang, kadang terasa berat. Tapi lewat zine, kita bisa menuliskan cerita kecil, menggambar simbol, atau menempel potongan kata yang mewakili perasaan. Dengan begitu, kita sadar bahwa perjalanan ini nggak harus sendirian,” ujar Retno.
Baca juga: SheGrows & Well Being Series #3: Tubuhku, Ruangku
Pelan-Pelan, Tapi Bersama
Tema “Pelan-Pelan Tapi Nggak Sendirian” menjadi benang merah workshop. Peserta diajak menyadari bahwa menerima diri bukanlah pencapaian instan, melainkan perjalanan yang penuh dinamika. Dalam sesi diskusi, banyak peserta berbagi pengalaman tentang rasa tidak percaya diri, tekanan sosial, hingga stigma yang sering dihadapi perempuan.
Retno menekankan pentingnya komunitas dalam proses ini. Berbagi cerita melalui zine, peserta tidak hanya mengekspresikan diri, tetapi juga saling menguatkan.
“Kita sering merasa sendirian menghadapi ketidakpastian atau rasa kurang. Tapi ketika melihat karya orang lain, kita sadar bahwa ada banyak yang sedang berproses juga. Itulah kekuatan zine—ia jadi jembatan untuk saling memahami,” tambahnya.
Kreativitas sebagai Terapi
Workshop ini juga menyoroti bagaimana aktivitas kreatif dapat menjadi bentuk terapi sederhana. Dengan kertas, gunting, spidol, dan imajinasi, peserta merangkai zine yang mencerminkan perjalanan pribadi mereka. Ada yang menuliskan puisi singkat, ada yang menggambar simbol tubuh, ada pula yang menempel foto dan kata-kata afirmasi.
Suasana workshop terasa hangat, penuh tawa, dan sesekali haru. Peserta pulang membawa zine masing-masing sebagai pengingat bahwa menerima diri adalah proses yang layak dirayakan.
Baca juga: SheGrows & Well Being Series #2: Aku Cantik Karena Aku adalah Aku
Didukung SIRI WIN Accelerator Programme 2025
She Grows & Well Being Series merupakan bagian dari SIRI WIN Accelerator Programme 2025, yang didukung oleh Women in News (WIN) – inisiatif global dari WAN-IFRA untuk mendorong kesetaraan gender dan inklusi di industri media.
Tahun ini, Bincang Perempuan tercatat sebagai satu-satunya media dari Indonesia yang berhasil mendapatkan dukungan dari program internasional bergengsi tersebut. Program SIRI WIN 2025 berfokus pada penguatan media yang dimiliki dan dipimpin perempuan (Women Owned & Led Media). Dukungan yang diberikan mencakup hibah, pendampingan bisnis melalui lima sesi one-on-one mentoring, serta dua sesi peer mentoring untuk membangun komunitas dan berbagi praktik terbaik antarmitra.
Menurut Jane Godia, perwakilan WIN, program ini dirancang untuk memperkuat keberlanjutan media, memperluas audiens, dan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif. Sejak 2015, WIN telah melatih lebih dari 7.275 jurnalis dan profesional media di 20 negara dengan dukungan 1.243 mitra media di seluruh dunia.
Lewat dukungan ini, Bincang Perempuan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan jurnalisme yang sehat, setara, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak sosialnya bagi perempuan dan kelompok marjinal di Indonesia.
