Bincangperempuan.com– She Grows Series #3: Tubuhku, Ruangku, topik menstruasi menjadi salah satu bahasan utama yang membuka ruang refleksi dan edukasi. Bersama dr. Anarulita Muchtar, peserta diajak memahami bahwa menstruasi bukan sekadar proses biologis bulanan, melainkan bagian penting dari kesehatan reproduksi yang perlu dipahami dengan benar.
Dr. Ana menekankan bahwa siklus menstruasi adalah “bahasa tubuh” yang memberi sinyal tentang kondisi kesehatan perempuan.
“Menstruasi bukan hal tabu. Justru dengan mengenali pola siklus, kita bisa lebih peka terhadap kesehatan tubuh. Misalnya, perubahan durasi, rasa nyeri, atau gejala lain bisa menjadi indikator penting yang tidak boleh diabaikan,” jelas dr. Anarulita Muchtar.
Baca juga: SheGrows & Well Being Series #2: Aku Cantik Karena Aku adalah Aku
Dalam diskusi, peserta diajak membongkar mitos seputar menstruasi yang masih sering beredar di masyarakat, seperti anggapan bahwa nyeri haid selalu normal atau bahwa siklus harus sama persis setiap bulan. Dr. Ana menegaskan bahwa setiap tubuh memiliki ritme unik, sehingga penting untuk tidak membandingkan, melainkan mencatat dan memahami pola masing-masing.
Selain itu, sesi ini juga menyoroti aspek psikologis menstruasi. Perubahan hormon yang terjadi dapat memengaruhi suasana hati, energi, dan produktivitas. Dengan edukasi yang tepat, perempuan bisa lebih siap menghadapi fase-fase tersebut tanpa merasa terbebani.
Aktivitas kreatif berupa DIY keychain gemes menjadi simbol tubuh unik setiap peserta, termasuk siklus menstruasi yang berbeda-beda. Keychain ini mengingatkan bahwa tubuh perempuan adalah ruang yang layak dirayakan, bukan dibandingkan.
Dukungan Global: SIRI WIN Accelerator Programme 2025
SheGrows & Well Being Series merupakan bagian dari SIRI WIN Accelerator Programme 2025, didukung oleh Women in News (WIN) – inisiatif global dari WAN-IFRA untuk mendorong kesetaraan gender dan inklusi di industri media.
Tahun ini, Bincang Perempuan menjadi satu-satunya media dari Indonesia yang mendapat dukungan dari program bergengsi tersebut. Fokus program adalah memperkuat media yang dimiliki dan dipimpin perempuan (Women Owned & Led Media) melalui hibah, pendampingan bisnis, serta mentoring komunitas.
Baca juga: SheGrows & Well Being Series #1 : Resiliensi Itu Kamu: Bertumbuh Tanpa Batas
Menurut Jane Godia, perwakilan WIN, program ini dirancang untuk memperluas audiens, memperkuat keberlanjutan media, dan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif. Sejak 2015, WIN telah melatih lebih dari 7.275 jurnalis dan profesional media di 20 negara dengan dukungan 1.243 mitra media di seluruh dunia.
Lewat dukungan ini, Bincang Perempuan menegaskan komitmennya menghadirkan jurnalisme yang sehat, setara, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak sosial bagi perempuan dan kelompok marjinal di Indonesia.
