Petani Sawit Perempuan Jadi Pelopor Pertanian Ramah Lingkungan
Bincangperempuan.com– Hamsiah dan Netti, dua petani sawit perempuan di dua Kabupaten, Tebo dan Tanjung Jabung Barat, Jambi, membuktikan bahwa pertanian
Bincangperempuan.com– Hamsiah dan Netti, dua petani sawit perempuan di dua Kabupaten, Tebo dan Tanjung Jabung Barat, Jambi, membuktikan bahwa pertanian
Bincangperempuan.com– “Dulu tanah ini menjadi sumber penghidupan kami. Di tanah ini, saya bersama suami menanam pinang dan kelapa,” kata Sariah
Bincangperempuan.com– “Mudah-mudahan pinang ini hidup, kami berupaya menyelamatkan dusun laman (kampung halaman, red) kami, sebagai pelindung, pengaling-aling, dusun laman kami.
Bincangperempuan.com- Daun kopi bisa diolah menjadi peyek, loh! Siapa sangka, bagi masyarakat umum, mendengar penyek daun kopi tentunya pasti terasa
Bincangperempuan.com- “Kalau dulu, kami tidur tidak perlu menggunakan kelambu. Sekarang mana bisa lagi, harus pakai kelambu. Nyamuknya banyak dan beringas,”
Bincangperempuan.com- “Lahan-lahan yang susah payah kami rawat, dirampas dan ditandai sebagai lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik mereka (PT. Ciptamas
Bincangperempuan.com- Dua desa di Kabupaten Rejang Lebong, yakni Desa Tebat Tenong Luar dan Desa Mojorejo, kini berada di garis depan
Kisah inspiratif dari Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Perempuan-perempuan petani kopi menjadi agen perubahan dan penjaga
Bincangperempuan.com- “Hidup ramah lingkungan adalah bentuk kesyukuran terhadap Allah,” Kalimat tersebut menjadi prinsif Tri Wahyuningsih, saat membentuk Komunitas Omah Teduh.