Policy Brief: Indigenous Women Facing Climate Change in Bengkulu Province
This article has been translated using AI. Original version Executive Summary Climate change is a global challenge affecting all layers
This article has been translated using AI. Original version Executive Summary Climate change is a global challenge affecting all layers
Dari gagal panen hingga ancaman hama baru, mereka tak tinggal diam. Deklarasi “Desa Kopi Tangguh Iklim” jadi langkah awal melindungi kopi, budaya, dan bumi.
Bincangperempuan.com– Abrasi pantai dapat menyebabkan hilangnya daratan dengan jumlah yang bervariasi tergantung pada lokasi, kondisi cuaca, dan faktor lingkungan lainnya.
Bincangperempuan.com- Terletak di sebelah Barat pegunungan Bukit Barisan, Provinsi Bengkulu memiliki luas wilayah kurang lebih mencapai 20.130,21 kilometer persegi. Wilayahnya
Bincangperempuan.com– “Tahun 1980, desa kami berjarak 1 kilometer dari bibir pantai. Sekarang jarak desa kami hanya 400 meter dari bibir
Perempuan petani kopi di Bengkulu menantang perubahan iklim dengan inovasi berbasis kearifan lokal. Mereka menerapkan sistem pertanian berkelanjutan—mulai dari mulsa organik hingga diversifikasi tanaman—untuk menjaga ekosistem dan meningkatkan produktivitas.
Bincangperempuan.com– “Dulu tanah ini menjadi sumber penghidupan kami. Di tanah ini, saya bersama suami menanam pinang dan kelapa,” kata Sariah
Bincangperempuan.com- Daun kopi bisa diolah menjadi peyek, loh! Siapa sangka, bagi masyarakat umum, mendengar penyek daun kopi tentunya pasti terasa
Bincangperempuan.com- “Kalau dulu, kami tidur tidak perlu menggunakan kelambu. Sekarang mana bisa lagi, harus pakai kelambu. Nyamuknya banyak dan beringas,”