Home » News » “Centil Era”, Memberdayakan Perempuan dengan Cara Positif

“Centil Era”, Memberdayakan Perempuan dengan Cara Positif

Yuni Camelia Putri

News

Bincangperempuan.com- BPer’s siapa disini yang ikutan bikin konten trend TikTok “centil era”? Atau Bper’s cuma jadi tim penonton aja, nih? Yuhuu, BPer’s pasti setuju kalau perempuan-perempuan yang ikutan trend TikTok “centil era” ini memancarkan aura kecantikan dan percaya diri yang kuat, nggak sih?

Di era modern ini, trend TikTok “centil era” menjadi panggung bagi perempuan yang ingin menunjukkan kepercayaan diri, rasa cinta terhadap dirinya hingga aura kecantikan yang mendominasi. 

Tidak hanyak menghargai kecantikan fisik saja, tetapi juga merangkul kecantikan batin dan kehidupan yang lebih bermakna. Fenomena “centil era” berfokus pada eksplorasi dan merayakan kecantikan dari dalam hingga luar.  Serta mengajak seluruh perempuan untuk menemukan makna kecantikan sesungguhnya. 

Melawan streotip kecantikan yang problematik

Trend TikTok “centil era” telah muncul sebagai fenomena yang menantang stereotip kecantikan yang sudah lama mengakar dalam budaya populer. Istilah “centil” sering kali digunakan untuk menggambarkan gaya berpakaian atau perilaku yang lebih playful dan tidak terlalu serius. Dalam konteks TikTok, “Centil Era” mengacu pada gerakan yang mendorong penampilan yang lebih natural, pengakuan diri, dan penolakan terhadap norma-norma kecantikan yang berlebihan atau tidak realistis.

Trend ini mengajak perempuan untuk menantang paradigma dengan cara yang unik. Mereka yang mengikuti trend “centil era” menunjukkan bahwa setiap perempuan memiliki kecantikan yang beragam. Selain itu, mereka turut menolak norma-norma yang dinilai sempit tentang standar yang dianggap menarik.

BPer’s dapat melihat bagaimana perempuan telah diberdayakan secara individu untuk menerima dan merasa nyaman dengan diri sendiri. Mereka tidak harus mengorbankan identitasnya agar diterima oleh masyarakat. Sekali lagi, trend ini mempromosikan keberagaman dalam penampilan fisik dan gaya hidup.

Perempuan juga diajarkan untuk menolak representasi tubuh yang sempit dan tidak masuk akal. Hal ini dikarenakan standar yang ada kerap menciptakan citra tubuh yang berlebihan dan negatif. Selain itu, trend ini menjadi cara lain untuk mengajak generasi muda agar mencintai keunikan yang ada dalam dirinya meskipun dibatasi oleh standar kecantikan tertentu.

Baca juga: Salah Paham tentang Feminisme yang Perlu Dihilangkan

 “Centil Era” : kecantikan batin

Selama ini, masyarakat mereprentasikan kecantikan hanya dari penampilan fisik yang dianggap sempurna. Ya, mereka melupakan bahwa kecantikan batin menjadi bagian dari “cantik” yang sesungguhnya. Di trend “centil era”, perempuan diingatkan pada nilai-nilai yang ada dalam dirinya.

Kecantikan batin mengacu pada keindahan berasal dari kepribadian, empati, sikap, dan kesadaran diri yang ada dalam diri seseorang. Konsep yang ditawarkan mendorong perempuan untuk menghayati serangkaian nilai-nilai yang positif.

Pertama, perempuan diajarkan untuk menyadari nilai diri melalui penerimaan terhadap diri sendiri. Hal ini tidak hanya tentang menerima diri apa adanya, melainkan turut merawat dan menjaga dirinya. Mereka yang menyadari nilai diri akan menjaga kesehatan, merawat tubuh, hingga berpakaian dengan baik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan diri agar lebih bahagia.

Jika diperhatikan, BPer’s akan melihat perempuan yang mengikuti ini akan mempercantik dirinya, melalukan kegiatan positif untuk dirinya, mengenakan pakaian yang dianggap bagus dan disukainya, meromantisasi hidupnya, dan lainnya. Mereka secara konsisten akan mempertahankan perilaku ini untuk menonjolkan kecantikan batin yang luar biasa.

Kedua, trend “centil era” mengajak perempuan untuk mengembangkan dirinya. Kecantikan batin tidak hanya sebatas mempercantik diri, tetapi upaya untuk tumbuh dan berkembang secara spiritual, emosional, intelektual yang ada didalam diri. Hal ini akan membantu perempuan untuk memancarkan kecantikan yang tersembunyi di dalam dirinya.

Baca juga: Pentingnya Mendiskusikan Feminisme yang Plural dan Inklusif

Menikmati kehidupan yang dimiliki

Ada banyak hal positif yang dibawa oleh trend “centil era” kepada perempuan di Indonesia. Salah satu hal positif yang dapat dirasakan adalah mengajak individu untuk menikmati kehidupan dengan cara yang lebih bermakna. Yups, trend “centil era” berfokus pada kebagaiaan yang tidak dapat dibeli dengan apapun.

“Centil era” adalah trend yang mendorong setiap perempuan untuk memandang dunia dengan cara yang lebih positif. Perempuan dapat memberikan penghargaan terhadap dirinya melalui momen-momen sederhana, memiliki hubungan yang sehat dan berarti, dan pengalaman yang bermakna.

Tren ini mengajak perempuan untuk merenung dan menyadari nilai positif di kehidupannya. Tentu saja, hal ini jarang dilakukan karena kesibukan dan permasalahan yang dihadapi membuat mereka mengabaikannya. Selain itu, mereka didorong untuk menghargai setiap hal positif yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya, tren ini telah menyadarkan perempuan untuk mengubah paradigma kebahagiaan dalam masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Artikel Lainnya

Buruan Daftar, Ada Pendanaan untuk 100 Media Lokal Hadiri Local Media Summit 2022

Retropeksi Citradaya Nita

Retrospeksi Citradaya Nita: Perempuan & Kepemimpinan

Terkendala KTP, Sulit Akses Layanan Kesehatan

Leave a Comment