Bincangperempuan.com– Belakangan perbincangan menstrual cup (menscup) makin sering muncul di media sosial mulai dari video review TikTok, sampai diskusi soal gaya hidup ramah lingkungan. Menscup digadang-gadang sebagai alternatif terbaik pembalut sekali pakai, karena lebih hemat, lebih bersih, dan ramah lingkungan. Tapi, benarkah semua orang cocok? Apakah menscup bisa jadi solusi yang ramah lingkungan, atau hanya sekadar tren semata?
Sejarah Singkat Menscup
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari menjelajah sejarah ditemukannya menstrual cup. Menscup modern pertama diciptakan pada 1937 oleh aktris asal Amerika, Leona Chalmers. Desain awalnya terbuat dari karet lateks dan diklaim tidak menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun karena Perang Dunia II menyebabkan kelangkaan bahan, produksinya terhenti. Setelah beberapa kali diluncurkan ulang, produk ini gagal bersaing karena dianggap tidak praktis dan terlalu maju di zamannya.
Barulah pada akhir 1980-an, menscup kembali hadir lewat merek The Keeper, dan pada awal 2000-an, material silikon medis mulai digunakan sehingga lebih aman dan nyaman bagi pengguna dengan alergi lateks. Sejak saat itu, berbagai merek dan model menscup mulai bermunculan dan semakin populer.
Kenapa Menscup Banyak Dilirik?
Melansir The Standard, seorang perempuan bisa menghabiskan 5.000 hingga 15.000 produk menstruasi sekali pakai sepanjang hidupnya. Mayoritas mengandung plastik dan bahan penyerap yang butuh 500–800 tahun untuk terurai. Tak heran, menscup dilirik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Karena cukup dengan satu menscup bisa dipakai ulang selama 5 hingga 10 tahun.
Selain alasan lingkungan, banyak yang beralih karena kepraktisan. Menscup bisa menampung darah lebih banyak dan dapat digunakan hingga 12 jam, cocok untuk yang aktif dan sering bepergian. Dan dari segi ekonomi, meski harganya di awal cukup mahal (sekitar Rp150.000–Rp500.000 di Indonesia), penggunaannya jelas lebih hemat dalam jangka panjang.
Baca juga: Benarkah Kita Harus Mencuci Pembalut Sekali Pakai?
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Menscup
Namun, sebelum memutuskan beralih ke menscup, kamu perlu memperhatikan beberapa hal. Melansir dari Healthline berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli menscup:
- Usia
- Posisi dan panjang serviks
- Volume darah menstruasi
- Kekuatan otot dasar panggul
- Riwayat melahirkan secara vaginal (normal)
- Tingkat fleksibilitas dan kekakuan cup
Selain itu ukuran kecil biasanya direkomendasikan untuk mereka yang berusia di bawah 30 tahun dan belum pernah melahirkan. Dan ukuran besar untuk usia di atas 30 atau mereka yang mengalami menstruasi dengan volume yang banyak.
Tips Menggunakan dan Menyimpan Menscup
Menggunakan menscup memerlukan proses adaptasi. Berikut beberapa tips dasar:
- Sterilkan sebelum dan sesudah digunakan, bisa dengan direbus atau menggunakan alat steril khusus.
- Pelajari berbagai teknik melipat seperti C-fold atau punch-down, dan pilih yang paling cocok.
- Tetap rileks saat memasukkan menscup.
- Ganti setiap 6–12 jam, tergantung volume darah.
- Simpan di dalam pouch kain bersih dan kering agar tidak lembab.
Tidak Semua Orang Cocok
Meskipun digadang-gadang sebagai solusi terbaik, realitanya tidak semua orang cocok atau nyaman dengan menscup. Melansir dari Healthline, berikut beberapa kondisi yang sebaiknya mempertimbangkan kembali penggunaan menscup:
- Vaginismus
Vaginismus adalh kondisi ketika otot-otot di sekitar vagina menegang secara tidak sadar saat ada penetrasi, termasuk saat mencoba memasukkan menscup. Bagi orang dengan vaginismus, menggunakan menscup bisa menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. - Fibroid Rahim (Mioma)
Fibroid adalah pertumbuhan sel non-kanker pada rahim yang bisa menyebabkan menstruasi lebih berat dan nyeri. Jika letak fibroid mengganggu bentuk atau ruang dalam vagina, penggunaan menscup bisa terasa tidak pas atau sulit dimasukkan. - Endometriosis
Kondisi ini menyebabkan jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim, sehingga menstruasi jadi sangat nyeri. Menggunakan menscup bisa memperburuk rasa tidak nyaman karena tekanan atau posisi cup di dalam vagina. - Posisi Rahim yang Tidak Umum
Setiap orang punya anatomi yang unik. Posisi rahim bisa miring ke depan, ke belakang, atau bahkan sangat rendah. Hal ini bisa memengaruhi kenyamanan dan efektivitas penggunaan menscup, karena posisinya jadi tidak optimal atau malah terasa menusuk. - Alergi atau Sensitivitas Bahan
Walaupun sebagian besar menscup modern terbuat dari silikon medis yang hipoalergenik, ada juga yang masih menggunakan karet atau lateks. Bagi orang dengan alergi terhadap bahan-bahan tersebut, tentu perlu lebih berhati-hati atau memilih produk tertentu yang aman.
Namun yang perlu diperhatikan adalah jika kamu memiliki satu atau beberapa kondisi ini, tidak otomatis berarti kamu tidak bisa memakai menscup sama sekali. Hanya saja butuh pendekatan dan pertimbangan ekstra.
Baca juga: Bukan Hanya Air Hangat, Ini yang Perlu Dilakukan Saat Pasangan Menstruasi
Masih Ada Alternatif Lain
Selain menscup, masih banyak opsi lain yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing:
- Pembalut kain: bisa dicuci dan dipakai ulang. Ramah lingkungan, tapi perlu effort lebih.
- Celana menstruasi (period underwear): Celana dalam dengan lapisan penyerap khusus. Nyaman dipakai untuk hari-hari dengan aliran ringan sampai sedang.
- Tampon reusable (walau masih jarang di Indonesia): Alternatif lain yang mirip menstrual cup dalam prinsip internal-use.
Semua pilihan ini sah-sah saja selama pengguna merasa aman, sehat, dan nyaman.
Menstruasi Itu Personal
Menscup memang membawa banyak harapan hemat, bersih, dan ramah lingkungan. Pada akhirnya menscup bukan sekadar tren tetapi juga memberikan perempuan berbagai pilihan alternatif. Walau pada akhirnya, pilihan alat menstruasi adalah keputusan personal. Yang penting bukan seberapa trendy cara kamu berdarah tiap bulan, tapi apakah kamu merasa aman dan nyaman melakukannya. Mau pakai menscup, tampon, pembalut biasa, atau celana menstruasi, emua valid.
Referensi:
- Healthline. (n.d.). Menstrual cup: How to use, benefits, and more. Diakses dari https://www.healthline.com/health/womens-health/menstrual-cup#how-to-use
- Healthline. (n.d.). Are there any dangers to using a menstrual cup? Diakses dari https://www.healthline.com/health/menstrual-cup-dangers#dont-use-if
- The Standard. (2024, April 22). Why menstrual cups could be the answer to period waste pollution. Diakses dari https://www.standardmedia.co.ke/health-science/article/2001513429/why-menstrual-cups-could-be-the-answer-to-period-waste-pollution
