Home » News » Love Scamming,Modus dan Cara Menghindarinya

Love Scamming,Modus dan Cara Menghindarinya

Yuni Camelia Putri

News

Love Scamming, Modus dan Cara Menghindarinya

Bincangperempuan.com-  Apa kamu pernah menggunakan aplikasi kencan online? Beberapa tahun belakang ini, aplikasi kencan online digemari oleh jutaan orang. Aplikasi ini memungkinkan seseorang dapat bertemu dengan pasangan yang diinginkannya. Sayangnya, ada hal penting seperti love scamming yang luput dari perhatian para pengguna aplikasi kencan online.

Love scamming atau modus penipuan dilakukan dengan menargetkan pengguna aplikasi kencan online. Alih-alih menemukan cinta sejati, love scamming akan mempengaruhi atau mengancam korban agar memenuhi keinginannya.

Di Indonesia, love scamming dikategorikan sebagai bentuk dari kekerasan berbasis gender online. Menurut UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, pelaku KBGO dalam bentuk pemerasan, pengancaman, pemaksaan, penyesatan, dan memperdaya seseorang akan dikenakan sanksi berupa hukuman penjara paling lama enam tahun dengan denda sebanyak Rp. 300 juta.

Bagaimana pelaku love scamming menjebak perempuan?

Pelaku love scamming memiliki modus yang berulang. Meskipun demikian, hanya sedikit orang yang menyadari modus tersebut. Dalam banyak kasus, pelaku menargetkan perempuan berusia 20 sampai 50 tahun yang sedang mencari pasangan. Selain itu, pelaku juga menargetkan perempuan yang merasa kesepian atau tidak memiliki banyak teman di dunia nyata untuk masuk ke dalam perangkapnya.

Kebanyakan pelaku love scamming akan menampilkan kehidupan yang mewah dan penampilan yang menarik di media sosial. Cara ini dilakukan agar korban merasa tergiur dan ingin mengenal pelaku secara personal. Selain itu, korban love scamming kebanyakan berasal dari orang-orang yang merasa kesepian dan tidak memiliki banyak teman di dunia nyata.

Setelah menemukan calon korban, pelaku akan melakukan komunikasi intens dan menjalin hubungan dengan korban untuk membangun kepercayaan. Tak hanya itu, pelaku juga akan menceritakan kondisi yang menyedihkan, mengirimkan bukti berupa foto barang yang akan diberikan kepada korban atau tiket pesawat sebagai bentuk keseriusannya. Modus lain yang banyak dijumpai adalah pelaku yang meminta korban mengirimkan foto vulgar atau melakukan panggilan video untuk bahan ancaman, Selanjutnya, pelaku akan mengancam korban dan meminta uang dalam jumlah tertentu.

Baca juga: Ibu Begal di Kampung Inggris: Berani Beda Untuk Bermakna

Dampak psikologis korban love scamming?

Love scamming memberikan efek ganda kepada para korban sehingga sulit untuk menjalani hidup secara normal. Aksi kejahatan ini dapat menyebabkan gangguan psikologis, seperti:

Depresi

Ada banyak korban love scamming yang mengalami depresi. Kondisi ini didorong karena korban merasa malu, sedih, dan tertipu setelah menjalin hubungan dengan pelaku. Selain itu, kerugiaan material yang dirasakan korban turut membuatnya semakin terpuruk.

Stres dan kecemasan

Sama halnya depresi, korban love scamming cenderung mengalami peningkatan stres dan kecemasan karena rasa khawatir akan masa depannya. Dalam kasus ini, mereka mengalami masalah keuangan serius akibat dari kerugiaan yang dialami.

Hilangnya kepercayaan

Love scamming meninggalkan trauma yang menyebabkan korban sulit untuk mempercayai orang lain. Selain itu, guncangan emosional yang parah menyebabkan korban menolak untuk membuka diri atau menjalin hubungan baru.

Mengisolasi diri

Selain depresi dan hilangnya kepercayaan terhadap orang lain, love scamming menyebabkan korbannya menarik diri dari lingkungan sosial di sekitarnya. Hal ini dilakukan karena korban merasa malu dan khawatir tentang pandangan atau penilaian orang lain terhadap mereka.

Selalu menyalahkan diri sendiri

Kebanyakan korban menyalahkan dirinya karena terjebak di love scamming. Kondisi ini sangat umum terjadi karena korban merasa tidak lebih waspada dan terlalu mudah percaya dengan orang baru sehingga mereka terjerat dalam penipuan.

Sulit untuk pulih

Dalam waktu singkat, love scamming telah memberikan banyak dampak psikologis yang mempengaruhi korban. Ironinya, kebanyakan korban membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih dari trauma yang dihasilkan. Diperlukan tenaga konseling dan dukungan dari orang terdekat dalam proses pemulihan korban.

Baca juga : Aksi Solidaritas 50 Petani Perempuan di Desa Sumber Jaya

Bagaimana Cara agar Terhindar dari Love Scamming?

Love scamming dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Dalam banyak kasus, perempuan menjadi kelompok yang paling rentan mengalami love scamming. Selain itu, data dari FBI menyebutkan bahwa perempuan yang lebih tua memiliki risiko tertinggi menjadi korban dari love scamming. Beberapa tips yang dapat dilakukan agar tidak terjebak dalam love scamming, yaitu:

Tetaplah waspada terhadap orang baru

Para pengguna aplikasi kencan online harus memiliki tingkat waspada yang kuat terhadap orang baru. Cara ini dilakukan agar pengguna dapat lebih mudah mengenali pelaku love scamming.

Biasanya, orang yang tulus akan menghargai keamanan pengguna lainnya dan bersedia untuk menjaga privasi dalam berkomunikasi. Sebaliknya, pelaku love scamming justru akan terus menyakinkan dan mendesak korban untuk mempercayai mereka.

Biarkan hubungan berkembang secara perlahan

Saat bertemu dengan seseorang yang dirasa cocok, kamu mungkin akan ingin cepat menjalin hubungan dengannya. Meskipun demikian, kamu tidak perlu terlalu terburu-buru untuk menjalin hubungan serius. Biarkan hubungan berkembang secara perlahan agar lebih mengenal satu sama lain.

Cobalah untuk mencari informasi orang tersebut

Saat ini, sudah banyak orang yang menggunakan media sosial seperti Facbook, Twitter, dan Instagram. Umumnya, seseorang akan membagikan aktivitas dan kehidupan sehari-sehari di media sosial. Nah, kamu dapat mencari profil media sosial pasangan online untuk memverifikasi keaslian mereka.

Selain itu, kamu dapat melakukan pencarian dengan foto profil di aplikasi kencan online. Unduh dan unggah foto profil yang di unduh ke pinterest atau images.google.com. Jika foto muncul di situs tersebut, kamu patut untuk lebih waspada karena ia mungkin saja pelaku love scamming.

Jangan kirimkan uang kepada orang yang tidak dikenal

Selain bersikap lebih waspada, kamu juga tidak dianjurkan mengirimkan uang kepada orang yang baru dikenal di aplikasi kencan online. Kamu harus bertemu secara langsung dengan calon pasangan online untuk membangun kepercayaan alih-alih mengirimkan sejumlah uang. Segera laporkan ke pihak berwajib jika pasangan online kamu memaksa untuk mengirimkan uang dengan nominal tertentu.

Ceritakan perasaanmu kepada orang terdekat

Dalam beberapa kasus, korban mengalami kesulitan untuk membedakan hubungan yang nyata dan love scamming. Ketika kamu mengalami kondisi ini, cobalah untuk menceritakannya kepada orang terdekat seperti teman atau keluarga. Hal ini dilakukan agar kamu dapat melihat hubungan dari sudut pandang lainnya.

Sumber:

  • FBI Teams, 2017. “Romance Scams”, dalam FBI
  • FTC Teams, -. “What to Know About Romance Scams”, dalam Federal Trade Commission Consumer Advice

gerakan perempuan, kekerasan seksual, love scamming

Artikel Lainnya

Gadis Kretek

Gadis Kretek, Perjuangan Impian dan Hak Perempuan

Harga Sayur Anjlok, Perempuan Petani Tertekan

HIVAIDS Ancam Generasi Muda Bengkulu, Ini Cara Mencegahnya!

HIV/AIDS Ancam Generasi Muda Bengkulu, Ini Cara Mencegahnya! 

Leave a Comment