Berita Terkini

Horor Screen Time Mingguan: Kenapa Angkanya Selalu Bikin Syok?

Ais Fahira

News

Setiap akhir pekan, notifikasi screen time sering terasa seperti rapor yang bikin panik. Angkanya naik, rasa bersalah pun ikut muncul. Tapi benarkah durasi menatap layar adalah musuh utama? Ternyata, yang lebih berbahaya bukan berapa lama kita memakai HP, melainkan bagaimana kita menggunakannya. Bagaimana penjelasan psikologis di balik kecanduan scrolling, alasan mengapa kamu tak perlu terus menyalahkan diri sendiri, serta cara membangun kebiasaan digital yang lebih sehat tanpa harus “putus hubungan” dengan gawai.

Selengkapnya

Bupati Purwakarta “Lalaki Langit, Lalanang Bejad”: Melestarikan Budaya atau Langgengkan Misogini?

Ais Fahira

News

Apakah semua karya budaya layak dibela atas nama pelestarian tradisi? Lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejad” karya Bupati Purwakarta memicu kontroversi karena dinilai mengandung stigma, objektifikasi, dan bias gender terhadap perempuan. Melalui perspektif Ambivalent Sexism Theory, bagaimana lirik yang tampak sebagai candaan justru mereproduksi misogini, memperkuat budaya patriarki, dan menunjukkan pentingnya tanggung jawab etis pejabat publik dalam berkarya.

Selengkapnya

Tragedi Koperasi Merah Putih: Menakar Risiko Militerisasi di Sektor Sipil 

Ais Fahira

News

Lima calon manajer Koperasi Merah Putih meninggal dunia bahkan sebelum koperasi yang mereka kelola beroperasi. Tragedi ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa pengelolaan koperasi rakyat harus diawali dengan latihan dasar militer?Bagaimana risiko militerisasi sektor sipil, pelanggaran hak hidup, absennya relevansi pelatihan militer dalam tata kelola koperasi, hingga dampaknya terhadap ruang demokrasi dan partisipasi perempuan.

Selengkapnya

Mengapa Korban Sulit Lepas dari Hubungan Toksik? Mengenal Trauma Bonding

Ais Fahira

News

“Kalau memang disakiti, kenapa tidak pergi?” Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Trauma bonding membuat korban terikat secara emosional dengan pelaku melalui siklus manipulasi, kekerasan, dan kasih sayang yang datang bergantian. Memahami fenomena ini membantu kita melihat bahwa korban tidak sedang “lemah”, melainkan terjebak dalam ikatan psikologis yang sangat kompleks dan sulit diputus.

Selengkapnya

Bengkulu Darurat Sampah: Jerit Warga, Aksi Sopir, dan Bara Kreativitas Masyarakat

Ais Fahira

News, Lingkungan

Bengkulu sedang menghadapi darurat sampah. Krisis ini memuncak ketika puluhan sopir truk menumpahkan muatan sampah di halaman Kantor Wali Kota sebagai bentuk protes atas buruknya pengelolaan TPA Air Sebakul. Namun, persoalan sesungguhnya jauh lebih dalam daripada tumpukan sampah yang terlihat di permukaan. Di sekitar TPA, warga hidup berdampingan dengan bau menyengat, ancaman pencemaran air, dan berbagai risiko kesehatan yang terus menghantui. Di tengah kondisi itu, muncul pula kisah-kisah perlawanan: perempuan yang menggerakkan bank sampah, inovator yang mengubah plastik menjadi bahan bakar, dan warga yang bertahan di antara kebutuhan ekonomi dan ancaman lingkungan. Liputan ini menelusuri wajah lain krisis sampah Bengkulu—tentang kegagalan tata kelola, ketimpangan beban yang ditanggung warga, dan harapan yang tumbuh dari akar rumput.

Selengkapnya

Di Balik Megaproyek Hijau: Beban Perempuan di Lingkar Panas Bumi itu Nyata

Ais Fahira

Lingkungan

Di balik label energi bersih dan janji transisi hijau, ada kisah yang jarang masuk ke ruang publik. Selama hampir setahun, tim liputan Magdalene menelusuri proyek panas bumi di Bondowoso, Mandailing Natal, dan Ngada. Hasilnya menunjukkan pola yang berulang: krisis air, paparan gas beracun, penurunan hasil pertanian, hingga beban kerja yang semakin berat bagi perempuan. Dengan menggunakan perspektif Gender Impact Assessment (GIA), investigasi ini mengungkap bagaimana megaproyek geothermal tidak hanya mengubah lanskap lingkungan, tetapi juga menggeser kehidupan sehari-hari warga—terutama perempuan—yang harus menanggung dampaknya secara berlapis.

Selengkapnya

Mengapa “Penganiayaan Berat” Belum Cukup untuk Menghukum Taufik Hidayat?

Ais Fahira

News

Kasus penyekapan dan penyiksaan YTR oleh kekasihnya memicu kemarahan publik. Namun, di balik tuntutan hukuman berat terhadap pelaku, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa kejahatan yang berlangsung selama tiga tahun itu belum sepenuhnya diakui sebagai bentuk penyiksaan dalam hukum? Polemik pernyataan Komnas Perempuan membuka perdebatan penting tentang keterbatasan regulasi, perlindungan korban dalam relasi intim, hingga urgensi menghadirkan payung hukum yang mampu menjangkau kekerasan ekstrem di ruang privat.

Selengkapnya

Ketika Negara “Membiarkan” Bengkulu Hilang

Lebih dari 700 hektare daratan pesisir Bengkulu hilang dalam 22 tahun terakhir. Ribuan rumah kini berada di ambang abrasi, sementara hutan pelindung pantai terus menyusut dan digantikan perkebunan sawit. Kajian terbaru mengungkap persoalan ini bukan sekadar dampak alam, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola wilayah pesisir. DPRD Bengkulu pun berjanji menjadikan penanganan abrasi sebagai prioritas pembahasan.

Selengkapnya

Menjaga Hutan Lewat Investasi Sosial

Selama ini menjaga hutan sering dipandang bertentangan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bengkulu Utara mencoba mengubah paradigma tersebut melalui pengesahan Dokumen Rencana Aksi IAD-ASA dan peluncuran Blended Finance Model (BFM). Pendekatan ini mengintegrasikan perhutanan sosial ke dalam pembangunan daerah sekaligus membuka akses pembiayaan bagi kelompok usaha masyarakat agar pelestarian hutan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Selengkapnya