Bincangperempuan.com- Gen Z atau mereka yang lahir pada 1997–2010 sering dilekatkan dengan berbagai stereotip. Mereka dianggap ceplas-ceplos, ekspresif, dan kadang dinilai terlalu santai oleh generasi sebelumnya. Tetapi, di balik karakter stereotipe tersebut, terdapat satu kecenderungan positif yaitu pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih sadar kesehatan.
Kalau milenial pernah identik dengan budaya hustle, lembur tanpa henti, serta menjadikan kesibukan sebagai simbol prestise, Gen Z justru cenderung bekerja secukupnya dan lebih vokal soal batasan diri. Kesehatan mental tidak lagi dianggap tabu. Istirahat dianggap lebih penting ketimbang kerja lembur.
Bahkan dalam pola konsumsi mereka pun ikut berubah. Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada pilihan minuman saat bersosialisasi.
Baca juga: Gen Z Bukan Pembaca, Tapi Partisipan: Tantangan Baru bagi Media Lokal
Mengurangi Alkohol, Memilih Non-Alkohol
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menjadikan dugem dan minuman beralkohol sebagai bagian dari gaya hidup urban, Gen Z menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Mereka tetap bersosialisasi, tetapi tidak selalu menjadikan alkohol sebagai pusat aktivitas.
Survei global State of Beverages menunjukkan bahwa lebih dari 60% Gen Z memilih minuman non-alkohol saat bersosialisasi. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan generasi lain. Laporan Forbes juga mencatat bahwa sekitar 21% Gen Z tidak mengonsumsi alkohol sama sekali, sementara 39% lainnya hanya minum sesekali. Proporsi ini lebih tinggi dibandingkan milenial atau Gen X pada usia yang sama.
Tren global ini juga terlihat di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan konsumsi alkohol per kapita untuk penduduk usia 15 tahun ke atas hanya sekitar 0,30 liter per tahun, dengan tren penurunan yang konsisten sejak 2023. Laporan CNBC Indonesia yang mengutip data riset dan Susenas juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia secara umum semakin jarang mengonsumsi alkohol.
Dalam beberapa laporan, Gen Z disebut mengonsumsi alkohol sekitar 20% lebih sedikit dibandingkan milenial. Bahkan, sekitar 45% di antaranya memilih untuk tidak minum sama sekali. Angka ini menunjukkan bahwa pilihan untuk mengurangi atau meninggalkan alkohol bukan hanya tren sementara, melainkan perubahan preferensi yang cukup signifikan.
Ngopi dan Matcha sebagai Gaya Hidup
Kedai kopi, kafe estetik, dan gerai matcha semakin menjamur. Nongkrong tidak lagi identik dengan bar atau klub malam, melainkan dengan kopi susu, americano, atau matcha latte.
Survei Jakpat menunjukkan bahwa 66% Gen Z Indonesia rutin mengonsumsi kopi. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan konsumsi alkohol di kelompok usia yang sama. Laporan dari detik.com juga menyoroti fenomena bahwa kopi kini dianggap lebih seksi dibandingkan alkohol di kalangan Gen Z.
Selain itu kedai kopi menjadi ruang bertemu, bekerja, berdiskusi, bahkan membangun jejaring profesional. Aktivitas ini berbeda dengan budaya dugem yang berorientasi pada hiburan malam dan konsumsi alkohol.
Pilihan terhadap minuman non-alkohol juga berkaitan dengan kesadaran akan kesehatan. Gen Z tumbuh di era informasi yang serba cepat. Mereka lebih mudah mengakses pengetahuan tentang dampak alkohol terhadap tubuh dan kesehatan mental. Konsep sober curious—yakni memilih untuk tidak atau sangat membatasi konsumsi alkohol tanpa harus sepenuhnya abstain semakin dikenal luas.
Dengan kata lain, keputusan ini tidak semata-mata karena faktor ekonomi atau akses, melainkan karena pertimbangan gaya hidup.
Baca juga: Momen Sumpah Pemuda, Gen Z Menagih Tanggung Jawab Iklim
Pelari Kalcer, Gym sampai Padel
Pergeseran gaya hidup Gen Z tidak hanya terlihat pada pola konsumsi minuman, tetapi juga pada aktivitas fisik. Terlihat dari agenda lari pagi, kelas pilates, gym, hingga padel yang semakin diminati.
Fenomena running club yang menjamur di berbagai kota besar menjadi contoh nyata. Media sosial dipenuhi tren “pelari kalcer” dengan dokumentasi Strava lari 5 kilometer hingga 10 kilometer lengkap dengan catatan waktu dan rute. Olahraga tidak lagi sekadar kewajiban menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari aktualisasi diri.
Gym dan padel pun mengalami lonjakan popularitas. Padel, misalnya, menjadi olahraga baru yang banyak diminati karena dianggap menyenangkan sekaligus sosial. Tren ini menunjukkan bahwa Gen Z cenderung menjadikan kesehatan fisik sebagai prioritas. Mereka tidak hanya membicarakan kesehatan mental, tetapi juga aktif menjaga tubuh melalui olahraga rutin.
Lebih Sehat atau Lebih Sadar?
Melihat data dan tren yang ada, sulit menampik bahwa Gen Z menunjukkan kecenderungan gaya hidup yang lebih sehat dalam beberapa aspek. Konsumsi alkohol yang lebih rendah, preferensi terhadap minuman non-alkohol, serta meningkatnya partisipasi dalam olahraga adalah indikator yang terlihat jelas.
Pada akhirnya, melihat arah kebiasaan yang muncul, Gen Z memang menunjukkan kecenderungan hidup yang lebih sehat dibanding generasi sebelumnya. Mereka lebih jarang minum alkohol, lebih memilih kopi atau matcha saat bersosialisasi, dan cukup aktif berolahraga. Pilihan ini memperlihatkan cara pandang yang lebih sadar terhadap tubuh dan keseimbangan hidup.
Tentu, bukan berarti Gen Z tak memiliki masalah. Tekanan digital dan isu kesehatan mental tetap ada. Tetapi. dalam hal pola konsumsi dan kebiasaan fisik sehari-hari, generasi ini terlihat lebih selektif dan lebih mempertimbangkan dampaknya.
Referensi:
- Ludmir, C. (2023, June 27). Why Gen Z is drinking less and what this means for the alcohol industry. Forbes. https://www.forbes.com/sites/claraludmir/2023/06/27/why-genz-is-drinking-less-and-what-this-means-for-the-alcohol-industry/
- Zahira, A. (2025, December 24). Warga RI ramai-ramai tinggalkan minuman alkohol, ada apa? CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/research/20251224144032-128-697058/warga-ri-ramai-ramai-tinggalkan-minuman-alkohol-ada-apa
- Keurig Dr Pepper. (2025, June 11). Keurig Dr Pepper unveils first-ever State of Beverages report . https://www.keurigdrpepper.com/keurig-dr-pepper-unveils-first-ever-state-of-beverages-report-26/
- Ajijah, Shifa Lufia. (2026, January 20). Gen Z dan revolusi gaya hidup: Kopi kini lebih seksi dibanding alkohol?Detik.com https://www.detik.com/jabar/berita/d-8315782/gen-z-dan-revolusi-gaya-hidup-kopi-kini-lebih-seksi-dibanding-alkohol
