News

Kenapa Beli Blind Box Bisa Bikin Nagih?

Ais Fahira

News

Kotaknya kecil, lucu, dan penuh misteri. Tapi jangan salah—blind box bukan cuma soal mainan gemas. Di balik sensasi unboxing dan peluang dapat figur “rare”, ada mekanisme psikologis yang sengaja dirancang untuk bikin kita beli lagi dan lagi. Dari budaya gashapon Jepang sampai FOMO di media sosial, tren blind box menunjukkan bagaimana rasa penasaran, dopamin, dan ketidakpastian bisa berubah jadi pola konsumsi yang nagih.

Selengkapnya

Cinta atau Kontrol? Cara Membedakan Relasi Sehat dan Manipulatif

Ais Fahira

News

Perhatian berlebihan sering disebut cinta. Padahal, di situlah kontrol mulai bekerja. Dari love bombing, cemburu yang dinormalisasi, hingga kebaikan yang berubah jadi alat tekanan—relasi manipulatif kerap tampil rapi dan romantis. Lalu, di mana batas antara sayang dan mengurung? Artikel ini membongkar tanda-tanda relasi yang tampak manis, tapi diam-diam mengikis kebebasan dan kepercayaan diri.

Selengkapnya

Under the Intensifying Heat: Poverty and Child Marriage in Seluma

Betty Herlina

News, Data, Lingkungan

Extreme heat in Seluma is no longer just a climate issue, it is reshaping survival strategies among poor farming families. As rising temperatures reduce harvests and deepen economic insecurity, child marriage emerges as a quiet but devastating coping mechanism. This report reveals how climate change, poverty, and gender inequality intersect, placing the heaviest burden on girls.

Selengkapnya

Kenapa Perempuan Sering Merasa Kurang Percaya Diri? Apa yang Bisa Dilakukan?

Ais Fahira

News

Pernah merasa “aku belum cukup pintar” atau ragu bicara meski kemampuan jelas ada? Perasaan itu bukan kelemahan personal. Banyak perempuan tumbuh dalam lingkungan yang menuntut sempurna sebelum berani, sementara laki-laki didorong mencoba lebih dulu. Membedah confidence gap—mengapa kepercayaan diri perempuan kerap tergerus, dan kebiasaan kecil apa yang bisa dilakukan untuk merebut kembali suara, kendali, dan rasa cukup atas diri sendiri.

Selengkapnya

Fragile Masculinity dan Impian Perempuan yang Terus Dikoreksi

Ais Fahira

News

Kenapa mimpi perempuan selalu terasa perlu dikoreksi? Ketika perempuan memilih menunda nikah, tidak ingin anak, atau mendefinisikan bahagia di luar standar mapan, justru sebagian laki-laki yang paling gelisah. Dari kolom komentar sampai nasihat tanpa diminta, koreksi itu bukan soal kepedulian—melainkan cermin dari fragile masculinity yang merasa terancam ketika perempuan berhenti menjadikan laki-laki pusat hidupnya.

Selengkapnya

Di Bawah Terik yang Kian Panas: Kemiskinan dan Perkawinan Anak di Seluma

Betty Herlina

News, Data, Lingkungan

Panas ekstrem tak hanya mengeringkan sawah, tapi juga mempersempit masa depan anak perempuan. Di Seluma, Bengkulu, krisis iklim memperparah kemiskinan keluarga tani dan mendorong meningkatnya perkawinan anak. Dari kisah Sari dan Eles hingga data iklim dan pertanian, laporan ini menelusuri bagaimana terik yang kian panas mengubah keputusan hidup perempuan sejak usia belia.

Selengkapnya

Di Usia Berapa Sebaiknya Punya Anak?

Ais Fahira

News

Di usia berapa sebaiknya punya anak? Selama ini angka 25–29 tahun kerap disebut ideal. Tapi di tengah realitas mental health, finansial, dan dinamika relasi modern, usia bukan lagi satu-satunya penentu. Artikel ini mengulas kapan waktu “tepat” punya anak, dari perspektif kesehatan, pengasuhan, hingga kesiapan emosional orang tua.

Selengkapnya