Year: 2025

Ketika Performative Male Jadi Ajang Kontes 

Ais Fahira

News

“Tampil progresif belum tentu peduli.” Ketika pria ber-tote bag, kutip feminis, dan pamer matcha berubah jadi kontestan. Acara satire berubah jadi selebrasi. Apakah ‘performative male’ hanya soal gaya, atau bentuk manipulasi yang lebih halus? Baca selengkapnya tentang sindiran tajam terhadap maskulinitas palsu dan feminisme sebagai aksesori sosial.

Selengkapnya

Gelombang Anti-Hak dan Anti-Gender Ancam SDGs

Betty Herlina

News

Saat dunia berbicara tentang “tidak meninggalkan siapa pun,” kenyataannya justru sebaliknya. Komunitas transgender, pekerja seks, dan kelompok marginal lainnya menghadapi kriminalisasi, kekerasan, dan pengabaian hak. Gelombang anti-hak dan anti-gender kini mengancam pencapaian SDGs secara global. Laporan dari forum PBB terbaru ini mengungkap kemunduran yang nyata dan tuntutan aksi mendesak.

Selengkapnya

Simbol Agama dan Politik Tobat Palsu

Ais Fahira

News

Ketika jilbab jadi “penutup rasa malu” di ruang sidang. Dari jaksa korupsi hingga tragedi Tugu Tani, simbol agama kerap dipakai sebagai tameng moral. Tapi benarkah itu tanda tobat, atau cuma strategi pencitraan murahan? Baca selengkapnya!

Selengkapnya

Eksklusifitas yang Dibungkus dalam Narasi Inklusifitas

Ais Fahira

News

Di balik panggung inklusif yang sering digaungkan, masih tersimpan praktik eksklusif yang tak kasat mata. Siapa yang sebenarnya punya akses bicara? Dan siapa yang cuma jadi penonton? Artikel ini membongkar bagaimana jargon inklusi bisa menyembunyikan dominasi yang makin halus — dari panggung diskusi hingga algoritma media sosial.

Selengkapnya