Isu

Luka Patriarki: Inses, Ekonomi, dan Perlindungan Anak di Bengkulu

Kasus inses kembali terjadi di Bengkulu, memaksa kita menengok luka yang disembunyikan rapat di balik dinding rumah. Di balik jeruji penjara pelaku, ada ibu yang terpaksa bekerja serabutan demi bertahan hidup, dan anak korban yang ditinggalkan dengan trauma mendalam serta stigma kejam masyarakat. Bagaimana wajah gelap kekerasan seksual dalam keluarga dan kenapa upaya pemulihan korban harus lebih dari sekadar vonis pelaku.

Selengkapnya

ASN Dilarang Bercerai? Helmi Hasan Lupa Negara Bukan Penjaga Rumah Tangga

Pernyataan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang ingin melarang ASN bercerai tanpa mediasi langsung dengannya memantik kritik publik. Dikutip dariTribun Bengkulu, Helmi mengatakan “Kalau bisa bertahan, kenapa harus berpisah?” Benarkah negara boleh ikut campur sejauh itu dalam urusan rumah tangga? Bagaimana potensi pelanggaran hak sipil, bias gender, hingga narasi toxic yang dilegitimasi oleh kebijakan.

Selengkapnya

Setelah Toga, Jalan Kami Tak Sepanjang Itu

Setelah wisuda, banyak perempuan desa justru kembali ke titik awal—rumah, bukan mimpi. Vania dan Tiara sama-sama lulusan perguruan tinggi, tapi sistem sosial membuat pilihan mereka terbatas: dekat rumah, cepat menikah, dan tidak terlalu jauh dari “norma”.

Bagaimana rasanya punya ijazah tapi tak punya arah?Baca kisah nyata mereka dalam narasi jurnalisme mendalam yang menggugah dan menyentil sistem:
“Setelah Toga, Jalan Kami Tak Sepanjang Itu. Sebuah refleksi: bukan perempuan yang kurang ambisi, tapi jalannya yang disempitkan.

Selengkapnya