Kekerasan Gender

Femisida di Indonesia, Saatnya Media Bergerak Bersama Mencegah Kekerasan Berbasis Gender

Kasus pembunuhan terhadap perempuan terus meningkat dan sering kali terjadi di lingkungan terdekat korban. Fenomena ini disebut femisida, tindakan ekstrem dari kekerasan berbasis gender. Media, masyarakat, dan lembaga sosial memiliki peran untuk bergerak bersama mencegahnya, membangun kesadaran publik, serta menciptakan ruang hidup yang aman dan setara bagi perempuan Indonesia.

Selengkapnya

Dalam Pelukan Wanita Pintar, Pria Miskin Bisa Jadi Kaya: Narasi Usang dengan Wajah Baru

Ais Fahira

News, Kekerasan Gender

Ungkapan “di balik lelaki sukses ada perempuan hebat” terdengar manis, tapi diam-diam menjerat perempuan dalam peran lama: penopang, bukan rekan setara. Dari kelas pranikah sampai konten motivasi, narasi “wanita pintar bikin pria kaya” terus diputar dengan wajah baru. Padahal, hubungan setara bukan soal siapa yang menyelamatkan siapa—melainkan siapa yang mau tumbuh bersama.

Selengkapnya

ASN Dilarang Bercerai? Helmi Hasan Lupa Negara Bukan Penjaga Rumah Tangga

Pernyataan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang ingin melarang ASN bercerai tanpa mediasi langsung dengannya memantik kritik publik. Dikutip dariTribun Bengkulu, Helmi mengatakan “Kalau bisa bertahan, kenapa harus berpisah?” Benarkah negara boleh ikut campur sejauh itu dalam urusan rumah tangga? Bagaimana potensi pelanggaran hak sipil, bias gender, hingga narasi toxic yang dilegitimasi oleh kebijakan.

Selengkapnya

Pentingnya Perspektif Korban dalam Kasus Kekerasan Seksual 

Kasus kekerasan seksual yang melibatkan terduga pelaku I Wayan Agus Suartama, menyoroti pentingnya mengedepankan perspektif korban bahkan jika pelaku merupakan penyandang disabilitas fisik. Dalam kasus ini, masyarakat kerap terjebak dalam stereotip dan victim blaming, yang tidak hanya menghambat keadilan bagi korban, tetapi juga memperkuat stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. 

Selengkapnya